Terkini Daerah

Pelaku Pembunuhan Wanita di Sleman Sempat Pinjam Cangkul ke Warga, Ngaku untuk Kubur Kucing di Kebun

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RMD (21) pelaku pembunuh Perempuan yang jasadnya ditemukan terkubur di tegalan Ngasem, Ngemplak, Sleman dihadirkan saat ungkap kasus di Mapolres Sleman, Selasa (24/8/2021).

"Kita bersama-sama dari olah TKP kemudian mencari keterangan saksi mengumpulkan barang bukti sampai kemudian kita menelusuri orang-orang yang diduga."

"Sehingga kita bisa mengidentifikasi tersangka yang diduga telah melakukan tindakan pembunuhan," ucapnya Burkan di Markas Polres Sleman.

Baca juga: Dituduh Jadi Dukun Santet Penyebab Anak Pelaku Meninggal, Nenek 60 Tahun Dibunuh di Ladang Jagung

Sempat Kabur ke Kalimantan

Kasus penemuan mayat wanita yang ditemukan terkubur di kebun tersebut sempat menggegerkan warga setempat pada 25 Juli 2021 lalu.

Setelah melakukan aksinya, pelaku kabur ke Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Pelaku RMD sempat menggondol sepeda motor milik korban.

Motor itu kemudian dijual dan uang hasil penjualannya dipakai untuk kabur ke Kalimantan

Di Tenggarong, pelaku bekerja di sebuah perkebunan sawit.

"Bekerja sama dengan Polres Kukar (Kutai Kartanegara) dan polsek di sana. Kita menemukan tersangka ini dalam persembunyian di sana."

"Dia mencoba bersembunyi dengan berusaha bekerja di salah satu perkebunan sawit," tutur Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudi Satria.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Sub Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup dan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Atau Pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun. (TribunWow.com/Rilo)

Baca berita lainnya

Artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul "Pelaku Pembunuhan di Sleman Sempat Pinjam Cangkul ke Warga, Ngakunya Kubur Kucing, Ternyata" dan "Kesal Terus Dipinjami Uang, Pria Ini Bunuh Teman Semasa SMP, Mayat Korban Dikubur di Kebun"