Virus Corona

Dianjurkan Konsumsi Secukupnya saat Isolasi Mandiri Covid-19, Ini 8 Efek Buruk Makan Gula Berlebih

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Gula Pasir. Mengonsumsi gula berlebih disebut sebagai salah satu pemicu peradangan bagi tubuh. 

Dengan kata lain, minuman manis membuat tubuh sulit menahan rasa lapar, membuatnya mudah untuk cepat mengonsumsi kalori cair dalam jumlah besar.

Hal ini yang dapat menyebabkan penambahan berat badan.

2. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Pola makan yang terbiasa mengonsumsi tinggi gula telah dikaitkan dengan peningkatan risiko banyak penyakit, termasuk penyakit jantung, penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia.

Bukti menunjukkan bahwa diet tinggi gula dapat menyebabkan obesitas, peradangan dan trigliserida tinggi, gula darah dan tingkat tekanan darah - semua faktor risiko penyakit jantung.

Selain itu, mengonsumsi terlalu banyak gula, terutama dari minuman yang dimaniskan dengan gula, telah dikaitkan dengan aterosklerosis, penyakit yang ditandai dengan penumpukan lemak yang menyumbat arteri.

3. Sebabkan Jerawat

Makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti permen olahan, meningkatkan gula darah lebih cepat daripada makanan dengan indeks glikemik lebih rendah.

Makanan manis dengan cepat meningkatkan kadar gula darah dan insulin, menyebabkan peningkatan sekresi androgen, produksi minyak, dan peradangan, yang semuanya berperan dalam perkembangan jerawat.

Terdapat juga penelitian yang telah menunjukkan bahwa diet rendah glikemik dikaitkan dengan penurunan risiko jerawat, sedangkan diet tinggi glikemik dikaitkan dengan risiko yang lebih besar.

4. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Meskipun konsumsi tinggi gula bukan menjadi satu-satunya faktor, tetapi tetap ada hubungan yang jelas antara konsumsi gula yang berlebihan dan risiko diabetes.

Obesitas, yang sering disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi gula, dianggap sebagai faktor risiko terkuat untuk diabetes.

Terlebih, konsumsi gula tinggi yang berkepanjangan mendorong resistensi terhadap insulin, hormon yang diproduksi oleh pankreas yang mengatur kadar gula darah.

Resistensi insulin menyebabkan kadar gula darah meningkat dan sangat meningkatkan risiko diabetes.

Halaman
1234