TRIBUNWOW.COM - Mengonsumsi gula berlebih disebut sebagai salah satu pemicu peradangan bagi tubuh.
Itu kenapa pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri tidak dianjurkan untuk mengonsumsi gula berlebih saat menjalani isolasi.
Karena ketika terinfeksi Covid-19 sistem kekebalan di dalam tubuh sedang berjuang melawan infeksi yang juga bisa menyebabkan peradangan.
Baca juga: Pasien Covid-19 Sebaiknya Hindari Konsumsi Gula Berlebih saat Isolasi Mandiri, Begini Penjelasannya
Mengonsumsi gula berlebih juga tidak baik meski bagi orang yang sehat.
Meski gula sebenarnya dibutuhkan tubuh sebagai energi.
Tetapi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menganjurkan untuk membatasi asupan gula tambahan sebanyak 10 persen dari total energi (200 kkal) atau setara dengan 4 sendok makan gula per hati (54 gram/orang/hari).
Di masa pandemi Covid-19, mengonsumsi gula berlebih juga akan lebih mengkhawatirkan.
Melansir Healthline, mengonsumsi gula berlebih dikatakan sebagai penyebab utama obesitas dan banyak penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2.
Kedua hal yang diketahui bisa menyebabkan keparahan Covid-19.
Berikut beberapa alasan mengapa makan terlalu banyak gula tidak dianjurkan:
1. Dapat Menyebabkan Kenaikan Berat Badan
Minuman manis dan gula tambahan telah diyakini sebagai penyebab peningkatan banyaknya orang yang mengalmi obesitas di Amerika.
Minuman manis seperti soda, jus, dan teh manis kalengan biasanya mengandung fruktosa, sejenis gula sederhana.
Mengkonsumsi fruktosa meningkatkan rasa lapar dan keinginan untuk makan lebih dari glukosa, jenis gula utama yang ditemukan dalam makanan bertepung.
Selain itu, konsumsi fruktosa yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi terhadap leptin, hormon penting yang mengatur rasa lapar dan memberi tahu tubuh Anda untuk berhenti makan.