Di Indonesia sendiri kunyit telah dikenal sebagai bahan obat tradisional yang diresepkan secara turun temurun.
Kunyit mengurangi peradangan yang terkait dengan radang sendi, diabetes, dan penyakit lainnya.
Mengonsumsi 1 gram kurkumin setiap hari yang dikombinasikan dengan piperin dari lada hitam menyebabkan penurunan signifikan pada penanda inflamasi CRP pada orang dengan sindrom metabolik.
8. Cokelat hitam
Cokelat hitam memiliki sifat antiinflamasi karena mengandung antioksidan yang cukup baik.
Makan makanan yang mengandung antioksidan memang dapat mencegah berbagai penyakit dan meningkatkan sistem kekebalan.
Antioksidan juga dapat mengurangi peradangan.
Selain itu, cokelat hitam dapat mengurangi risiko penyakit dan menyebabkan penuaan yang lebih sehat.
Flavanol bertanggung jawab atas efek anti-inflamasi cokelat dan menjaga sel-sel endotel yang melapisi arteri agar tetap sehat.
9. Tomat
Tomat kaya akan vitamin C, potasium, dan likopen, antioksidan dengan sifat anti-inflamasi yang mengesankan.
Likopen mungkin sangat bermanfaat untuk mengurangi senyawa pro-inflamasi yang terkait dengan beberapa jenis kanker.
Satu studi menentukan bahwa minum jus tomat secara signifikan menurunkan penanda inflamasi pada wanita dengan kelebihan berat badan – tetapi tidak dengan obesitas.
Perhatikan bahwa memasak tomat dalam minyak zaitun dapat memaksimalkan jumlah likopen yang diserap tubuh.
Itu karena likopen adalah karotenoid, nutrisi yang lebih baik diserap dengan sumber lemak.
10. Bawang Putih dan Bawang Bombay
Tak cuma sebagai antibiotik alami, bawang putih dan bawang bombay juga dikenal sebagai bumbu dapur yang berkhasiat meredakan gejala radang sendi.
Anda dapat menambahkan bawang putih atau bawang bombay ke dalam masakan untuk menyedapkan rasa. Masakan pun tak hanya enak, tapi juga berkhasiat sebagai antiradang. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya