"Enggak ada pisau. Saya hanya lihat dia sudah bersimbah darah. Lukanya di tangan kiri sama kepal," katanya.
"Sekarang sudah dibawa ke RS Bhayangkara dan dimakamkan hari ini."
Baca juga: Dendam Terpendam 15 Tahun, Pria Asal Banten Ini Nekat Bunuh Tetangganya, Begini Kronologinya
Baca juga: Dendam Ditegur agar Tak Curi Sawit, AK Bunuh Ketua MUI Labura, Pulang Asah Parang, Besoknya Eksekusi
Sempat WA Ibu
Kapolres Sleman, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono membenarkan adanya kejadian itu.
Wachyu menyebut SYP kemungkinan besar tewas karena dibunuh.
"Ya jadi memang betul ada kejadian semalam ya (Rabu 28 Juli 2021), seseorang yang meninggal diduga akibat kekerasan menggunakan senjata tajam," kata Wachyu.
Korban disebutnya kini masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).
Jasad SYP pertama kali ditemukan oleh ibunya, Maryati, sekira pukul 20.00 WIB.
"Kemungkinan besar (penganiayaan) di rumah korban."
Hingga kini belum diketahui sosok pembunuh remaja 16 tahun tersebut.
Kasat Reskrim Polres Sleman, Iptu Sri Pujo menyebut saat kejadian ibu korban tengah pergi bersama seseorang.
Saat itu, korban sendirian di rumah.
Sebelum tewas bersimbah darah, korban bahkan sempat menghubungi ibunya untuk segera pulang.
"Ibunya pergi sama orang keluar. Korban, whatsApp ibunya dan sempat meminta ibunya pulang."
Nahas, saat sang ibu tiba di rumah, korban sudah ditemukan tak bernyawa. (TribunWow.com)