"Olah TKP sudah, tadi sudah membawa sampel darah sama sprei juga," jelasnya, Kamis (29/7/2021).
"Itu akan kami teliti. Sebenarnya kami kan hanya back up saja."
Belum diketahui pasti penyebab kematian SYP.
Kata dia, di lokasi kejadian pun tak ditemukan senjata tajam.
"Belum dapat kami simpulkan. Saat olah TKP hanya darah, selimut dan macam-macam yang kami ambil. Tapi kalau pisau enggak ada," sambungnya.
Untuk mengungkap kasus ini, polisi akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.
Baca juga: 4 Oknum Anggota TNI Terlibat Pembunuhan Wartawan Marsal Harahap di Sumut, Bukan Pembunuhan Berencana
Baca juga: Dendam Ditegur agar Tak Curi Sawit, AK Bunuh Ketua MUI Labura, Pulang Asah Parang, Besoknya Eksekusi
Ibu Nangis Ketakutan
Ketua RT setempat, Sriyono, mengatakan ibu korban, Maryati langsung histeris dan berlari minta tolong tetangga dan ketua RT setempat.
"Bu Mar lari nangis, tolong, tolong seperti itu. Dia menuju ke rumah saya," ujar Ketua RT, Sriyono.
"Saya sedang duduk di rumah langsung saya pastikan ke rumah."
Ia bersama sejumlah warga langsung datang ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi SYP.
Saat mengetahui SYP sudah tewas, Sriyono langsung menghubungi Polsek Kalasan.
"Saya melihat kondisinya gak tega. Korban tergeletak di ruang tengah. Ditemukan itu sekitar jam 20.00."
Sriyono dan tetangga lainnya mengaku tak mendengar suara keributan saat pembunuhan terjadi.
30 menit setelah melapor, kata Sriyono, polisi langsung datang ke rumah korban.