Pemeriksaan swab antigen dan tes PCR dinilai tidak efektif bila dilakukan pada seluruh penerima vaksin.
Tes Covid-19 dianjurkan dilakukan bagi mereka yang memiliki gejala seperti Covid-19 dan berstatus kontak erat dengan pasien Covid-19.
Berikut alasan mengapa tes Covid-19 tidak dianjurkan bagi seluruh penerima vaksin:
1. Bila ada orang Covid-19 tanpa gejala tak sengaja divaksin, tidak akan memberi efek yang berbahaya.
2. Kemungkinan efektifitas vaksin bisa turun karena sistem imun sedang melawan virus.
3. Vaksin tidak menyebabkan perburukan kondisi infeksi Covid-19.
Berikut beberapa orang yang dianjurkan ditunda menerima vaksin:
1. Seseorang dengan riwayat alergi terhadap vaksin atau komposisi yang ada di dalam vaksin dan seseorang yang dapat mengalami reaksi alergi yang parah terhadap vaksin.
2. Seseorang dengan riwayat penyakit pembekuan darah yang tidak terkontrol.
3. Seseorang dengan kelainan atau penyakit kronis (gangguan jantung berat, hipertensi yang tidak terkontrol, diabetes melitus yang tidak terkontrol, penyakit ginjal yang berat, penyakit hati, tumor, dan penyakit kronis yang tidak terkontrol lainnya).
4. Seseorang dengan riwayat gangguan sistem imun atau mendapat terapi yang mengganggu sistem imun dalam 4 minggu terakhir.
5. Riwayat epilepsi atau penyakit gangguan penurunan fungsi saraf.
7. Ibu hamil dan menyusui (dianjurkan untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter kandungan).
8. Seseorang yang baru terinfeksi Covid-19.
dr. Tolhas mengimbau, walaupun sudah menerima vaksin, namun harus tetap melakukan pola hidup sehat seperti makan-makanan dengan gizi seimbang, melakukan olah raga dengan rutin dan teratur, istirahat dengan cukup, serta mengkonsumsi vitamin dan mineral.
“Karena vaksin tidak bisa mencegah 100% infeksi Covid-19, maka kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan 3 M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak),” ujarnya. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya