TRIBUNWOW.COM - Baru-baru ini sejumlah pejabat pemerintahan meminta maaf ke publik terkait penanganan pandemi Covid-19.
Permintaan maaf tersebut disampaikan karena mereka merasa belum bisa melakukan tugas penanganan dengan sempurna.
Dilansir TribunWow.com, pejabat pusat yang telah meminta maaf di antaranya adalah Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir.
Baca juga: Viral Video Lawas Jokowi Larang Pejabat Rangkap Jabatan: 1 Saja Belum Tentu Berhasil Apalagi 2?
Sementara kepala daerah yang juga meminta maaf di antaranya adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Melihat hal tersebut, Sekretaris Kabinet Pramono Anung memberikan tanggapan.
Menurutnya, itu adalah respons para pejabat karena merasa sudah berkerja maksimal.
"Kalau lihat siapapun yang minta maaf tadi, Pak Luhut, Pak Erick, Bu Khofifah, dan Pak Ridwan Kamil, menurut saya pejabat yang bekerja sungguh-sungguh bahwa belum bisa mewujudkan keinginan masyarakat, ya mereka menyampaikan permintaan maaf," kata Pramono di Mata Najwa, Rabu (21/7/2021).
Pramono mengatakan, Presiden Jokowi juga tidak akan keberatan bila memang harus meminta maaf kepada masyarakat.
Baca juga: Kritik Said Didu soal Jokowi Izinkan Rektor UI Rangkap Jabatan: Awal Rontoknya Negara Hukum?
Baca juga: Tertawa Lihat Cara Netizen Kritik Rektor UI, Rocky Gerung Sindir Jokowi: Frustasi dan Kekonyolan
Namun, pemerintah dalam hal ini Kepala Negara masih akan menyelesaikan tugasnya dengan sempurna.
"Bagi pemerintah dakan hal ini Pak Jokowi, adalah orang yang secara ringan-ringan saja kalau memang waktunya harus (minta maaf) bila apa yang dikerjakan belum sempurna," ungkap Pramono.
"Menurut saya, Pak Jokowi bukan orang yang sangat anti minta maaf,” tambahnya.
Permintaan maaf yang disampaikan para pejabat adalah bentuk reaksi kerja keras, tapi belum membuahkan hasil sempurna.
Tampaknya, bukan tidak mungkin Presiden Jokowi akan menyusul menterinya untuk meminta maaf.
"Saya disuruh minta maaf seribu kali pun mau, enggak akan mengurangi wibawa atau apa yang sudah kita lakukan selama ini," kata Pramono.
Baca juga: Rektor UI Jadi Olok-olok di Twitter, Potongan Video Jokowi Viral: Tidak Boleh Rangkap Jabatan
Lihat videonya mulai dari awal: