TRIBUNWOW.COM - Permintaan maaf Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan viral menjadi sorotan.
Luhut menjadi pejabat tinggi negara pertama yang meminta maaf ke masyarakat Indonesia terkait penanganan Covid-19 yang dirasa belum optimal.
Dilansir TribunWow.com, Luhut merasa punya tanggung jawab moral untuk menyampaikan maaf ke masyarakat.
Baca juga: 5 Pengumuman Penting Jokowi soal PPKM Darurat, Perpanjangan hingga Aturan Makan di Tempat 30 Menit
Terlebih, dirinya menjabat sebagai Koordinator Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
"Ya saya merasa saja (harus meminta maaf)," kata Luhut di acara Business Talk di Kompas TV, Selasa (20/7/2021) malam.
Luhut mengakui dirinya sedih belum bisa membuat Indonesia segera mentas dari pandemi Covid-19.
Tanggung jawabnya menangani Virus Corona saat ini ternyata mengingatkan pada karier militernya dulu.
Jenderal Purnawirawan itu terkenang pada Operasi Seroja tahun 1975 di Timor Timur, yang membuatnya juga kehilangan banyak anak buah.
Luhut saat itu menjadi menjadi salah satu Komandan Kompi di Komando Pasukan Sandhi Yudha atau Kopassandha (sekarang Kopassus).
"Mungkin kadang-kadang sudah mulai (terkenang), merasa bagaimana dulu saya kehilangan prajurit saya dalam satu operasi militer di Timtim (Timor Timur), malam ini saya masih bicara besok pagi kami terjun sudah gugur, itu kan satu kenangan tersendiri," kenang Luhut.
"Nah sekarang dalam keadaan seperti ini, saya punya tanggung jawab lagi," tambahnya.
Baca juga: Jokowi Umumkan PPKM Darurat Diperpanjang, akan Dibuka Bertahap jika Kasus Covid-19 Terus Menurun
Baca juga: Cara Daftar dan Cek Penerima Bansos PPKM Darurat, Diskon Token Listrik, BST, hingga BLT UMKM
Seperti Operasi Seroja, Luhut merasa tanggung jawabnya menangani Covid-19 kini tidaklah gampang.
Hal itu lah yang membuat seorang Luhut sedih karena belum bisa melaksanakan tugas secara optimal.
"Itu juga saya pikir kan enggak gampang, orang gampang (bicara) sederhana saja, kan juga ada tanggung jawab moral dari saya 'Kok belum bisa dihentikan ini'," kata Luhut.
"Walaupun saya paham tidak sesederhana itu menghentikannya, tapi tetap saja ada kegalauan itu."
Oleh sebab itu, ia menyayangkan bila masih ada segelintir pihak menyepelekan usaha pemetintah.
"Sekarang ini kalau saya melihat orang menggampangkan, mengkritik, itu saya sedih saja," ucap Luhut.
"Kamu nggak tahu betapa sulitnya mengatasi keadaan ini," pungkasnya.
Baca juga: Sosok Inda Raya, Wawalkot Madiun Viral Bagikan Seluruh Gajinya ke Warga saat PPKM: Sampai Sekuatnya
Lihat videonya mulai menit ke 17.10:
Poin Penting Perpanjangan PPKM Darurat
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi menyatakan akan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali hingga 26 Juli mendatang.
Awalnya, kebijakan ini dimulai pada Sabtu (3/7/2021) dan seharusnya berakhir hari ini, Selasa (20/7/2021).
Selain pengumuman perpanjangan PPKM Darurat, ada beberapa hal penting lainnya yang disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam konferensi pers, Selasa (20/7/2021).
Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang atau Tidak? Prof Wiku: Evaluasi Masih Ditemukan Belum Optimal
Baca juga: Viral Pria Tarik Tubuh Polisi saat Terobos Penyekatan PPKM, Pelaku Ngaku Khawatir Sopirnya Panik
1. Kabar Baik
Presiden Jokowi menyampaikan dalam konpers, ada perkembangan baik selama PPKM Darurat dilaksanakan.
Awalnya ia menegaskan, kebijakan PPKM Darurat tidak bisa dihindari untuk mencegah penularan Covid-19 serta menjaga agar fasilitas kesehatan (fakses) tidak lumpuh.
"Namun alhamdulillah, kita bersyukur, setelah dilaksanakan PPKM Darurat, terlihat dari data, penambahan kasus dan kepenuhan bed rumah sakit mengalami penurunan," ujar Jokowi.
2. Boleh Makan di Tempat
Seusai mengumumkan perpanjangan PPKM Darurat.
Jokowi juga mengumumkan sejumlah peraturan baru yang akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah masing-masing wilayah.
Berikut rincian aturan tersebut:
- Pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50%.
- Pasar tradisional, selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai dengan pukul 15.00 dengan kapasitas maksimal 50%, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat yang pengaturannya ditetapkan oleh Pemerintah Daerah
- Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lain yang sejenis, diijinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 yang pengaturan teknisnya diatur oleh Pemerintah Daerah.
- Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit.
- Sedangkan kegiatan yang lain pada sektor esensial dan kritikal, baik di pemerintahan maupun swasta, serta terkait dengan protokol perjalanan, akan dijelaskan terpisah.
3. Obat Gratis
Kemudian, Jokowi mengajak masyarakat agar mau bekerjasama menangani Covid-19.
"Untuk itu, kita semua harus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan," kata Jokowi.
"Melakukan isolasi terhadap yang bergejala dan memberikan pengobatan sedini mungkin."
"Pemerintah akan terus membagikan paket obat gratis untuk OTG dan gejala ringan yang direncanakan sejumlah 2 juta paket," sambungnya.
4. Bantuan Warga Terdampak
Selanjutnya, Jokowi menyampaikan ada total anggaran Rp 55,21 triliun untuk warga terdampak Covid-19.
- Bantuan tunai
- Bantuan sembako
- Bantuan kuota internet
- Subsidi listrik
"Pemerintah juga memberikan insentif untuk usaha mikro informal sebesar sebesar Rp1,2 juta untuk sekitar 1 juta Usaha Mikro," jelas Jokowi.
"Saya sudah memerintahkan kepada para Menteri terkait untuk segera menyalurkan bansos tersebut kepada warga masyarakat yang berhak."
5. Insyaallah Segera Bebas
Terakhir, Jokowi mengajak masyarakat berjuang bersama-sama melawan pandemi Covid-19.
"Dengan usaha keras kita bersama, Insya Allah kita bisa segera terbebas dari Covid-19," kata Jokowi.
"Dan kegiatan sosial dan kegiatan ekonomi masyarakat bisa kembali normal," lanjutnya. (TribunWow.com/Rilo/Anung)
Berita lain terkait PPKM Darurat