TRIBUNWOW.COM - Gejala batuk atau sesak napas terkadang masih dirasakan oleh seseorang yang sembuh dari Covid-19 atausudah menyelesaikan masa isolasi mandiri.
Pasien Covid-19 wajib isolasi selama minimal 10 hari sejak dinyatakan positif Covid-19 dengan tambahan minimal tiga hari setelah bebas gejala.
Untuk pasien yang mendapat perawatan di rumah sakit bisa dinyatakan selesai perawatan dengan pertimbangan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP).
Dalam beberapa kasus ditemukan juga pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh atau sudah bebas masa isolasi namun masih merasa batu dan sesak napas.
Baca juga: Cara Sederhana Tingkatkan Saturasi Oksigen, Kemenkes Beri Tips untuk Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri
Baca juga: Terpapar Covid-19 saat Bepergian? Lakukan Langkah-langkah Berikut, selain Harus Isolasi Mandiri
"Ini masalahnya karena Covid ini banyak menyerang di paru-paru," kata Dokter Spesialis Paru RS Mardi Rahayu dr Luluk Adi Pratikno, dalam akun YouTube RS Mardi Rahayu pada Jumat (2/7/2021).
Menurut dr Luluk jika paru-paru sudah terkena infeksi Covid-19 maka masa sembuhnya tidak akan cepat meski.
Meski pasien Covid-19 telah menjalani isolasi mandiri atau bahkan sudah dinyatakan negatif Covid-19 dari tes PCR.
Kasus ini jarang ditemukan, namun sejumlah orang ditemukan mengalaminya.
Ada juga kasus di mana pasien Covid-19 mengalami sesak napas ketika baru berjalan kaki sebentar.
"Karena infeksi pada paru-paru menyebabkan sebagian pada paru-paru menjadi kaku," jelasnya.
"Tingkat ringan dan beratnya keluhan itu sangat tergantung dari luasnya infeksi di paru-paru," ujarnya.
Jika semakin luas mendapat infeksi paru-paru keluhan juga akan semakin berat dirasakan pasien.
Dokter Luluk menyarankan penyintas Covid-19 memberitahukan keluhan yang dirasakan kepada tenaga kesehatan dan tetap melakukan kontrol kesehatan meski sudah terbebas dari Covid-19.
Baca juga: Baik Dikonsumsi Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri, Berikut Khasiat Air Kelapa untuk Kesehatan
Orang yang mendapat keluhan juga bisa menggunakan obat batuk yang biasa digunakan dengan dosis sesuai anjuran.
"Hilangnya batuk dan sesak itu bervariasi setiap orang, tidak bisa sama," ujarnya.