Apa manfaat proning untuk penderita Covid-19? Oleh tenaga medis, teknik proning jamak diberikan kepada pasien gangguan pernapasan berat yang menggunakan ventilator.
Teknik proning dapat membantu melawan tekanan gravitasi ketika paru-paru sedang minim pasokan oksigen.
Selain itu, teknik ini juga membantu distribusi volume dan tekanan ventilator, sehingga kerusakan paru-paru bisa dicegah.
Belakangan, sejumlah penelitian menyebut manfaat proning dapat diterapkan untuk penderita gangguan pernapasan yang tidak menggunakan ventilator, termasuk pasien Covid-19.
Teknik proning untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen telah diujicobakan di AS, China, Prancis, Italia, dan India.
Selain untuk membantu mengatasi gangguan pernapasan akut terkait Covid-19, manfaat proning juga potensial digunakan untuk mencegah intubasi atau penggunaan alat bantu pernapasan seperti ventilator.
Teknik proning untuk meningkatkan saturasi oksigen
Melansir Covid-19 Proning for Self Care oleh Kementerian Kesehatan India, teknik proning bisa dimanfaatkan pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri, ketika kadar saturasi oksigen turun di bawah 94 persen.
Sebelum melakukan proning, siapkan empat sampai lima bantal untuk membantu menyangga tubuh saat posisi tidur tengkurap.
Setelah itu, mulai terapkan teknik proning, yakni:
-Tidur tengkurap dengan menempatkan satu bantal di bawah leher, satu atau dua bantal di antara dada sampai paha atas, dan dua bantal di bawah tulang kering selama 30 menit Tidur miring ke kanan selama 30 menit
-Tidur dengan posisi setengah duduk dan bagian punggung sampai tengkuk diganjal bantal selama 30 menit
-Tidur miring ke kiri selama 30 menit
-Kembali ke posisi tidur tengkurap selama 30 menit
Lamanya teknik proning sebenarnya bisa dilakukan antara 30 menit sampai 2 jam.
Tapi, waktu terbaik untuk masing-masing posisi tidur disarankan maksimal 30 menit.
Perhatian, selama menjalankan teknik proning, pastikan sirkulasi udara di ruangan terjaga dengan baik.