Terkini Daerah

Dosen Unpatti Diduga Seharian Sekap Mahasiswi, Kampus Ngaku Tak akan Ikut Campur karena Hal Ini

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kasus penganiayaan oknum dosen dilaporkan ke Polresta Ambon, Senin (28/6/2021). Terbaru, korban dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang dosen dituding berbohong oleh terduga pelaku.

Selama F disekap, OR mengaku dirinya beserta anak dan kerabatnya menginterogasi F yang dicuriga menyembunyikan anaknya yang berinisial GR.

OR menjelaskan, luka pada tubuh F terjadi karena kontak fisik antara anaknya yang berinisial GR dan F.

"Itu terjadi mungkin karena saling kontak fisik antara F dan anak saya, AR, jadi wajar ada lebam yang tidak disengaja," kata OR, Selasa (29/6/2021) malam.

Kendati demikian, OR tidak membahas rinci bagaimana kronologi kontak fisik tersebut terjadi.

Dirinya kini tetap akan melaporkan balik F atas tuduhan pencemaran nama baik.

Namun ia belum menjelaskan kapan akan melaporkan balik F.

Digiring lalu Dikeroyok

Keterangan yang disampaikan oleh OR jauh berbeda dari pengakuan F.

Menurut pengakuan F, dirinya sempat digiring ke sebuah rumah kerabat OR lalu dikeroyok.

Pelaku diduga lebih dari tiga orang yang merupakan kerabat OR.

Penganiayaan diketahui terjadi di rumah kerabat OR di kawasan Negeri (desa) Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

“Selain Ibu OR dan anaknya, ada beberapa orang lagi yang jelas lebih dari 3 orang yang melakukan penganiayaan kepada saya,” cetus korban di kediamannya, Selasa (29/6/2021) siang.

Karena saat itu sudah ketakutan, F tak dapat mengingat jelas berapa orang yang melakukan penganiayaan.

“Kemudian saya digiring menuju rumah kerabatnya dan di rumah tersebut ada beberapa orang lagi. Saya tidak ingat siapa dan berapa jumlahnya bahkan ada yang langsung memukul saya di bagian kepala,” jelas F.

Korban sampai saat ini mengaku masih trauma atas penyekapan dan penganiayaan tersebut.

Halaman
123