Terkini Daerah

Respons Kemenag Solo soal Sekolah Informal yang Muridnya Rusak Makam: Belum Ada Regulasinya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kanwil Kemenag Solo dan Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak meninjau sekolah informal yang muridnya merusak makam di Pemakaman Cemoro Kembar, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Rabu (23/6/2021).

"Izin memang sudah (diajukan), tapi SK-nya (surat keputusan) belum keluar masih proses," akunya, Rabu (23/6/2021).

Menurut Wildan, preoses perizinan tersebut membutuhkan waktu lama karena masa pandemi Covid-19.

"Proses izin di masa Corona susah, banyak penundaan, diantaranya survei lokasi dari Kementerian Agama," ucap dia.

"Penundaan itu karena Corona, (Kementerian Agama) tidak mendekat ke area zona merah Covid-19."

Anak-Anak Merusak Makam

Sebelumnya diberitakan bahwa terjadi perusakan makam di pemakaman umum di daerah Mojo, Kota Solo, Jawa Tengah.

Dikutip TribunWow.com dari Tribun Jateng pada Selasa (22/6/2021), adapun pelaku perusakan makam tersebut adalah seorang anak-anak yang mempunyai kisaran usia sembilan sampai dengan 12 tahun.

Baca juga: Kondisi Gadis yang Lompat dari Jembatan di Solo, Saksi Sebut Korban Sempat Pegangan Pohon

Anak-anak tersebut diketahui adalah murid dari salah satu sekolah informal di Solo.

Diketahui perusakan makam tersebut dilakukan pada Rabu (16/6/2021).

Sebagian makam yang dirusak adalah makam Nasrani dan muslim. (TribunWow.com/Krisna)

Berita terkait Peristiwa di Kota Solo Lainnya

Sebagian artikel ini telah diolah dari Tribun Jateng dengan judul Kemenag Solo: Kuttab Tempat Belajar Ngaji Anak, yang Diduga Rusak Makam di Mojo, akan Kami Evaluasi, 12 Makam di Pasar Kliwon Solo Dirusak, Lurah Mojo: Kami Minta Persoalan Diselesaikan Kekeluargaan dan Tribun Solo dengan judul Legalitas Dipertanyakan, Sekolah Informal yang Muridnya Rusak Makam di Solo Sebut Sudah Ajukan Izin