Wacana Presiden 3 Periode

Soal Wacana Presiden 3 Periode, Jokowi Mania Anggap M Qodari dkk Sesat dan Berbahaya, Ini Alasannya

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penasihat komunitas JokPro 2024 M Qodari (kiri) dan Presiden RI Joko Widodo (kanan). Qodari dan komunitas JokPro 2024 mengusulkan agar Presiden Jokowi kembali maju di tahun 2024 untuk menjabat sebagai RI 1.

TRIBUNWOW.COM - Beberapa hari belakangan ini wacana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjabat untuk tiga periode santer dibicarakan setelah munculnya Komunitas Jokowi-Prabowo (Jok-Pro) 2024.

Komunitas tersebut mengusulkan agar Presiden Jokowi maju di pemilihan presiden tahun 2024 ditemani Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai wakil presiden.

Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer menilai wacana 3 periode sebagai hal yang sesat dan melanggar konstitusional yang berlaku.

Ketua umum sukarelawan Jokowi Mania (JoMan), Immanuel Ebenezer tegas menolak sikap Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mendukung wacana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjabat tiga periode. (YouTube Kompastv)

Baca juga: Soal Presiden 3 Periode, Relawan JoMan Curigai Orang di Sekitar Jokowi: Masih Haus Kekuasaan

Pernyataan tersebut disampaikan Immanuel dalam acara Prime Talk Metrotvnews, Senin (21/6/2021).

Immanuel menegaskan pihak JoMan sejalan dengan sikap Presiden Jokowi yang tegas menolak menjabat sebagai presiden selama tiga periode.

"Saya melihatnya dari JokPro ini tiga-tiganya, menampar, mencari muka, dan menjerumuskan," sindir Immanuel.

"Tidak ada alasan yang rasional terhadap tiga periode ini," lanjutnya.

Immanuel tidak menerima alasan JokPro yang ingin Jokowi menjabat tiga periode karena alasan agar tidak terjadi polarisasi seperti pada Pilpres tahun 2019.

"Alasan mereka rekonsiliasi, rekonsiliasi bukan seperti itu," kata Immanuel.

"Rekonsiliasi itu jangan dirusak sistem yang sudah ada."

Immanuel lalu mengungkit reformasi tahun 1998 yang mana mengubah masa jabatan presiden yang tadinya tak terbatas, kini dibatasi menjadi dua periode.

"Salah satu agenda reformasi adalah membatasi kekuasaan presiden," kata dia.

"Ini tiba-tiba Presiden Jokowi digoda-goda untuk tiga periode."

"Kita sama-sama tahu, pendukung presiden ini mayoritas adalah para aktivis '98."

"Mereka berjuang di '98 melawan tirani orde baru," tegas Immanuel.

Halaman
123