"Namun, kita dari pihak kepolisian masih sesuai prosedur akan melakukan pemeriksaan, penyeledikan dalam kasus ini," ucap Riedwan.
Pihaknya akan memanggil orang tua dan wali kelas dari anak-anak tersebut.
"Kita akan memanggil pihak wali atau orang tua anak tersebut dalam pemeriksaan," tandasnya.
Gibran: Ngawur Banget
Kasus pengrusakan makam yang melibatkan anak-anak tersebut terdengar sampai telinga Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
Gibran mengaku geram atas kejadian tersebut dan mengatakan bahwa hal tersebut sudah salah dan kebangetan serta tidak bisa dibiarkan.
Baca juga: Kondisi Gadis yang Lompat dari Jembatan di Solo, Saksi Sebut Korban Sempat Pegangan Pohon
"Sudah ngawur banget, ini sudah kurang ajar sekali," ujar Gibran saat meninjau kondisi makam, Senin (21/6/2021) siang.
"Apalagi ini melibatkan anak-anak, tidak bisa dibiarkan."
Gibran akan menutup tempat belajar mengaji anak-anak tersebut karena diketahui ternyata tidak berizin.
"Wong itu buka sekolah tidak izin, sekolahnya kita tutup saja," jelas Gibran.
"Nanti gurunya, anak-anaknya kita bina."
"Sekolahnya, gurunya, anak-anaknya nggak bener semua."
Sementara itu, salah seorang Warga, Andreas Budi Prasetyo mengatakan bahwa pengrusakan tersebut menimpa makam istri dan ibunya.
Kerusakan itu diketahui terletak pada Nisan almarhum istri dan ibunya.
Andreas mengatakan, dirinya mengetahui kedua makam tersebut rusak pada Rabu (16/6/2021) sore pekan lalu.