TRIBUNWOW.COM - Sebanyak 12 makam di kompleks pemakaman umum Cemoro Kembar, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah dirusak oleh anak-anak.
Lurah Mojo, Margono, memberikan keterangan bahwa anak-anak yang melakukan perusakan pada makam tersebut adalah murid dari tempat pengajian di dekat makam.
Dikutip TribunWow.com dari Tribun Jateng pada Senin (21/6/2021), adapun kisaran usia pelaku adalah sembilan tahun sampai dengan 12 tahun atau usia anak-anak sekolah dasar.
Kejadian tersebut disaksikan oleh warga, bernama Parmin.
Parmin lantas melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kelurahan.
Karena pelakunya masih anak-anak, Margono meminta untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluragaan.
"Kami dari RT dan RW prinsipnya, karena ini masih anak-anak kita usahakan kekeluargaan," ucapnya, Senin (21/6/2021).
Baca juga: Soal Covid-19, Gibran Rakabuming Kabarkan Pembelajaran Tatap Muka di Solo: Kalau Juli Bisa, Ya Jalan
Sementara itu, pihak sekolah diketahui menyanggupi untuk melakukan permbaikan makam yang dirusak tersebut.
Selain itu, pihaknya tidak akan melanjutkan kasus itu ke yang lebih atas karena masih anak-anak.
Diketahui makam yang dirusak adalah makam Nasrani dan sebagian makam Muslim.
Kapolsek Pasar Kliwon Iptu Achmad, Riedwan Prevoost menjelaskan pihaknya melakukan proses mediasi antara pihak yang dirugikan dengan pihak pelaku atau orang tua pelaku.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Solo, Keterisian Rumah Sakit Tinggal 5 persen hingga Strategi Gibran untuk OTG
Menurutnya, pada mediasi itu juga dihadiri pihak masyarakat RT dan RW setempat dan sudah menemukan titik temu.
"Kita melakukan proses media antara pihak yang dirugikan dengan pelaku ataupun orangtua pelaku, ujar Ridwan dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Senin (21/6/2021).
"Mediasi dihadiri tokoh masyarakat di RT, RW setempat, dan kita menemukan titik temu kesepakan untuk kedua belah pihak."
Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap kasus pengrusakan makam ini.