Terkini Daerah

Diduga Lecehkan Dosennya, Rektor Unipar Jember Mundur dari Jabatan dan Minta Maaf: Saya Khilaf

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi pelecehan seksual. RS, Rektor Unipar Jember terlibat pelcehan seksual dengan salah dosen wanita di kampusnya. Pelaku meengundurkan diri dan mengaku khilaf.

Achmad mengatakan, pihak yayasan telah menindaklanjuti laporan korban pelecehan seksual tersebut.

Selain itu, Achmad membenarkan bahwa RS sudah mengundurkan diri.

"Tanggal 17 Juni sudah ada tindaklanjut," Ujar Achmad.

"Dan yang bersangkutan (RS) sudah mengundurkan diri, jadi sekarang, dia sudah tidak menjabat sebagai rektor lagi." 

Dari keterangan Achmad, diketahui pihak yayasan sudah menelusuri kejadian ini selama tiga hari berturut-turut.

Baca juga: 8 Fakta Kasus Pembunuhan Tukang Parkir di Batam, Pelaku Ngaku Emosi hingga Sembunyi di Hutan 10 Hari

Berdasarkan peraturan pokok kepegawaian, RS menyatakan mundur dan dibuktikan dengan surat pernyataan mengundurkan diri.

Berdasarkan kejadian tersebut, kedepannya Achmad akan membentuk Pusat Studi Gender.

"Mundur dari jabatan itu juga bentuk sanksi dari yayasan," ujar Achmad.

"Selanjutnya, kasus ini juga menjadi pelajaran buat kami, ke depan nanti, kami akan membentuk Pusat Studi Gender."

Pengakuan RS

RS sendiri mengaku khilaf atas kejadian tersebut.

"Saya akui saya khilaf, dan saya sudah minta maaf," ujar RS.

Menurut keterangan pelaku, dirinya saat itu ke kamar korban untuk mengajak korbannya makan.

Disana, terbesit dalam diri RS untuk mencium korban.

"Pada intinya saat saya mau cium dia, dia menolak, setelah itu, saya minta maaf dan pergi," ujar RS.

Halaman
1234