TRIBUNWOW.COM - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri menanggapi soal turunnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga antirasuah yang dipimpinnya.
Dilansir TribunWow.com, di hadapan Presenter Aiman Witjaksono, Firli menyebut apa pun boleh dilakukan demi mencegah korupsi.
Termasuk berhubungan dekat dengan pemerintah serta partai politik.
Hal itu diungkapkannya dalam acara AIMAN Kompas TV, Senin (14/6/2021).
Baca juga: Mahfud MD Sebut Korupsi Semakin Gila, Upaya Pelemahan KPK Sudah Ada sejak Dirinya Jabat Ketua MK
Baca juga: Nilai Banyak Koruptor yang Dendam, Mahfud MD Sebut Upaya Jokowi Lawan Pelemahan KPK
Firli mulanya buka suara soal jumlah Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menurun drastis di eranya.
"Dalam penegakan hukum tidak hanya diukur dari berapa orang yang tertangkap," jelas Firli.
"Tapi yang paling penting adalah berapa banyak aset atau kekayaan negara bisa dikembalikan."
Menanggapi ucapan Firli, Aiman lantas menyinggung soal kedekatan KPK kini dengan pemerintah dan partai politik.
Menurut Firli, kedekatan dengan pemerintah dan partai politik justru perlu dijalin agar korupsi bisa dicegah.
"Saya harus tanyakan juga, kalau KPK dulu menjaga jarak dengan kekuasaan, partai politik," tanya Aiman.
"Bagaimana dengan KPK sekarang?"
"Sekarang saya tanya, bagaimana bisa mencegah kalau tidak bisa ketemu orang, tidak pernah melihat sistemnya, tidak melakukan kajian, tidak pernah mendengar daerah mana rawan korupsi, daerah mana yang harus dilakukan upaya pencegahan," jawab Firli.
Baca juga: Kuliah Umum Virtual soal KPK di USU Tampilkan Video Porno, Pihak Kampus Sebut Ada yang Sabotase
Baca juga: Di Mata Najwa, Begini Reaksi Politisi PDIP Diminta Jawab Pertanyaan yang Sama dengan TWK Pegawai KPK
Ucapan Firli kembali ditimpali Aiman.
Kali ini, Aiman menyinggung soal pertemuan Firli dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat, M Zainul Majdi.
"Tapi kalau kemudian ada kasus di orang tersebut apakah boleh bertemu?," sambung Aiman.