Sejak itulah karier Kante naik secara vertikal bak roket.
Nyaris selalu ada gelar yang dia raih setiap musimnya.
Kante direkrut Leicester City pada musim 2015-2016 dan langsung menjuarai Liga Inggris.
Semusim berselang, Kante mengangkat trofi serupa bersama Chelsea.
Pada 2018, pemain murah senyum berdarah Mali ini memenangi Piala FA di klub dan trofi paling akbar sejagat; Piala Dunia bareng timnas Prancis.
Musim selanjutnya, Chelsea memenangi Liga Europa 2018-2019.
Kante sempat melalui semusim tanpa trofi di 2019-2020, tetapi mengawali periode berikutnya dengan ledakan.
Musim ini dirinya melengkapi karier dengan gelar Liga Champions.
Total sejak 2016, Kante meraih 6 gelar. Memang kalah kuantitas dibandingkan koleksi trofi Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi.
Baca juga: EURO 2020 Jadi Momen Spesial bagi Joachim Loew, Perpisahan dengan Timnas Jerman setelah 17 Tahun
Dalam periode yang sama, Messi membantu Barcelona menuai 9 titel.
Namun, semuanya sebatas kejayaan di kancah lokal berupa juara Liga Spanyol (3), Copa del Rey (4), dan Piala Super (2).
Adapun Ronaldo lebih bergelimang dengan catatan 15 gelar, masing-masing buat Real Madrid (8), Juventus (5), dan timnas Portugal (2).
Hanya, tetap ada satu kekurangan yang bikin Ronaldo harus sungkem kepada N'Golo Kante: trofi Piala Dunia.
Makanya, banyak opini yang menilai Kante layak mendapatkan Ballon d'Or atas pencapaian luar biasanya lewat deretan gelar bergengsi dalam waktu berdekatan.
Apalagi jika pada Juli mendatang dia melengkapinya dengan juara Euro 2020.