Terkini Daerah

Viral Sopir Ngaku Jadi Polisi Lalu Ancam Tembak Warga, Korban: Silakan Pak, Saya Hanya Orang Miskin

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - Seorang sopir minibus mengaku sebagai anggota polisi lalu menganiaya pengendara sepeda motor. Aksi pelaku terekam kamera CCTV.

TRIBUNWOW.COM - Viral di media sebuah video yang menunjukkan aksi penganiayaan yang dilakukan seorang pria terhadap warga di SPBU Jalan Raya Pandeglang-Rangkasbitung, Kecamatan Cibadak, Lebak, Banten.

Dilansir TribunWow.com, pria pelaku penganiayaan tersebut bahkan mengaku sebagai anggota Polda Banten.

Dalam video yang beredar, pelaku penganiayaan juga mengancam akan menembak korban yang berinisial M.

Ilustrasi -  Seorang sopir minibus mengaku sebagai anggota polisi lalu menganiaya pengendara sepeda motor. Aksi pelaku terekam kamera CCTV. (Kompas.com/ERICSSEN)

Baca juga: Sosok Pak Arman, Penjual Kopi Keliling yang Kini Jadi Sopir Atta Halilintar, Viral karena Kehidupnya

Baca juga: Klarifikasi Gus Miftah soal Viral Video Ceramahnya di Gereja: Diundang, Hadir Bersama Mas Anies

Saat dihubungi, M menyebut aksi penganiayaan itu terjadi pada Senin (3/5/2021) sekira pukul 08.20 WIB.

Ia menyebut penganiayaan itu dipicu oleh hal sepele.

Sepeda motor yang dikendarai M dianggap menghalangi laju mobil pelaku.

Kala itu, M tengah mendorong sepeda motornya yang kehabisan bensin.

Sesampainya di SPBU, M kaget karena sebuah mobil Toyota Avanza silver bernomor poloso B 2841 WAC menghampirinya.

"Pas turun, itu pelaku langsung mengaku anggota Polda Banten, dia mengancam mau tembak," kata M, dikutip dari Kompas.com, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Pengakuan Nenek Penganiaya Cucu yang Dipaksa Mengemis di Palembang: Masih Kesal, Jadi Saya Pukul Dia

Baca juga: Tersinggung dengan Kata-kata Pentingnya Ibadah di Masjid, Pria Ini Aniaya Seorang Imam Pakai Parang

Merasa tak bersalah, M pun menantang pelaku untuk menembaknya.

Namun, pelaku justru berkali-kali memukul wajah M hingga mengalami luka ringan.

Sebelum pergi, pelaku juga sempat memotret wajah M.

"Silakan Pak, tembak saya, saya hanya orang miskin," ujar M menirukan ucapannya kala itu.

"Pelaku sempat foto saya, lalu pergi."

Penganiayaan itu juga terekam kamera pengawas atau CCTV milik SPBU.

Halaman
12