TRIBUNWOW.COM - Tim Advokasi Ulama dan Aktivis, Novel Bamukmin buka suara soal penangkapan mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman.
Diberitakan sebelumnya, Munarman kini sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah diyakini terlibat dalam baiat ISIS.
Terkait penangkapan Munarman, Novel Bamukmin justru menduga adanya unsur politis.
Baca juga: Munarman Diseret Paksa hingga Ditutup Mata saat Penangkapan, Aziz Yanuar: Ini Melanggar HAM
Baca juga: Ngaku Tak Yakin Munarman Terlibat Terorisme, Refly Harun Singgung Kemungkinan Lain: Kalau Kritis Iya
Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube Kompas TV, Rabu (28/4/2021).
"Karena dengan berbagai macam cara untuk melumpuhkan orang-orang berseberangan dengan rezim saat ini," ucap Novel.
"Berbagai macam untuk melumpuhkan opini lawan politiknya dibungkam dengan mengalalkan segala cara."
Novel menduga, penangkapan ini memang disengaja untuk membungkam pihak yang berseberangan dengan pemerintah.
Karena itu, Novel secara jelas menyebut penangkapan ini sebagai langkah politik kotor.
"Itu cara-cara yang kita lihat cara kotor, yang bukan sebagai negarawan sejati melakukan politik kotor, mengorbankan anak bangsa sendiri," ujarnya.
"Karena ini berbahaya, akan berhadapan terus diadu domba, enggak akan selesai."
Baca juga: Reaksi Rocky Gerung hingga Refly Harun soal Kasus Munarman, Curiga Pengalihan Isu dan Tak percaya
Baca juga: Penjelasan UIN Jakarta soal Kegiatan Baiat ISIS yang Buat Munarman Ditangkap Polisi: Enggak Ada
Lantas, Novel menyebut Munarman sudah tak ada permasalahan politik dengan pemerintah.
Apalagi, kini FPI sudah dibubarkan.
"Padahal kita sudah mengedepankan rekonsiliasi, sudah selesai loh permasalahan ini," ucap Novel.
"Masalah kepentingan politik ini kita sudah rekonsiliasi, kita sudah ajukan akan menata dari nol kembali."
"Tapi terus terjadi kriminalisasi dilakukan dengan berbagai macam cara," sambungnya menyudahi.