Saat jenazah Oktovianus tiba, keluarga menyambut dengan tangis histeris.
Natalina bahkan sempat pingsan.
Ia lalu menceritakan detik-detik insiden mengenaskan yang menimpa suaminya itu.
"Saya ke belakang. Saya berada di dapur pada saat itu," kata Natalina.
"Saya dengar tembakan, langsung saya berteriak, 'Tuhan, tolong selamatkan kami'," lanjutnya.
Tiba-tiba pintu yang ada di rumahnya didobrak pasukan KKB.
"Saya bilang begitu, langsung kaca-kaca dilempar, pintu samping dibobol, kamar mandi dibobol, pintu dapur dibobol."
"Saya langsung masuk di dalam kamar kecil bersembunyi, saya langsung teriak, 'Tuhan tolong selamatkan saya'," ungkap Natalina.
Ia melihat saat itu rumah sudah penuh dengan banyak orang.
Natalina terus berdoa selama bersembunyi.
"Setelah lima menit saya berdoa begitu, kedengaran peluit dari atas gedung TK. Semua keluar," katanya.
"Setelah saya lihat sudah sunyi, sudah tidak ada orang, saya keluar dari kamar tempat saya sembunyi," lanjut dia.
Baca juga: Respons Kodam XVII Cenderawasih saat OPM Tuding Guru yang Ditembak Mati di Papua Mata-mata TNI
Saat keluar, Natalina melihat Oktovianus sudah terkapar dalam kondisi terluka.
Tampak suaminya itu terlentang.
Natalina memanggil-manggil nama suaminya.