Setelah menghisap sabu-sabu, mereka pulang pada pukul 23.30 WIB.
Baca juga: Pria Bakar Mantan Istri lalu Berusaha Bunuh Diri, Tulis Surat: Ingin Mati Bersama dan Tak Berpisah
Di tengah jalan keduanya sempat bertengkar dan sama-sama turun dari sepeda motor.
SN lalu memukul kepala Suhendri tiga kali.
Akibatnya Suhendri terjatuh, tetapi ia masih dalam kondisi sadar dan bisa bergerak.
SN lalu mencari kayu dan menikamkan benda tersebut ke leher Suhendri.
Ia kemudian menyeret tubuh korban ke ladang jagung di Desa Amaliah.
SN sempat menunggu sampai Suhendri benar-benar tewas pada pukul 00.00 WIB.
Setelah memastikan kematian korban, SN mengambil sepeda motor dan ponsel milik Suhendri.
Motif Pembunuhan
Sakit hati SN terhadap Suhendri bermula saat rekan mereka, Sudirman, menggadaikan ponselnya kepada SN.
Ponsel itu digadaikannya seharga Rp1,4 juta.
Sudirman sendiri menjadi saksi dalam kasus tersebut.
Setelah digadaikan, Sudirman hendak menebus kembali ponsel miliknya.
Baca juga: Niat Bunuh Ustaz karena Dendam, Pria di Sumenep Keliru Tebas Anak Kecil yang sedang Tidur
Namun SN selalu mengelak, ia beralasan ponsel itu telah dijual kepada orang lain di Medan seharga Rp2,2 juta.
Ternyata ponsel itu dijual SN kepada Suhendri.