Suhendri dalam kondisi terlentang saat ditemukan.
Awalnya jenazah Suhendri ditemukan warga desa setempat, Darmansyah.
Saat itu Darmansyah tengah memperbaiki saluran air di dekat rumahnya.
Ia mencium bau busuk dan melihat ada seekor anjing di dekat tempat itu.
Darmansyah lalu mendekati ladang jagung itu dan mendapati ada sesosok jenazah.
Ia segera melapor ke perangkat Desa Amaliah.
Polres Aceh Tenggara lalu datang bersama tim inafis dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Suhendri sendiri diketahui sudah hilang kontak dengan keluarga selama satu minggu.
Sempat Nyabu Bareng
Terungkap kemudian motif pembunuhan tersebut adalah SN sakit hati kepada korban.
Kasat Reskrim Aceh Tenggara AKP Suparwanto mengungkapkan kronologi kejadian berawal saat SN menelepon Suhendri untuk bertemu di Desa Amaliah, seperti yang dikutip dari Serambinews.com.
Korban berangkat menggunakan sepeda motor Honda CBR warna merah ke tempat yang sudah disepakati itu.
Keduanya lalu membeli sabu-sabu dan menghisapnya bersama-sama di SMK Amaliah sekitar pukul 23.00 WIB.
SN sempat bertanya alasan Suhendri memberitahu rekan mereka, Sudirman, bahwa ia sudah pulang dari Medan.
Hal itu terkait jual beli ponsel milik Sudirman kepada SN.