Habib Rizieq Shihab

Koneksi Jelek, Kuasa Hukum Rizieq Shihab Berdiri Lalu Ngamuk di Tengah Sidang: Sandiwara Ini

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kuasa hukum Rizieq Shihab, Munarman, mendesak Majelis Hakim mendatangkan kliennya ke PN Jakarta Timur untuk mengikuti sidang perdana, Selasa (16/3/2021).

TRIBUNWOW.COM - Sidang perdana Rizieq Shihab untuk kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung mengalami kendala koneksi.

Akibatnya, seorang anggota tim kuasa hukum terdakwa mengamuk dan memprotes sarana sidang yang dilaksanakan.

Dilansir TribunWow.com, hal itu tampak dalam siaran sidang yang ditayangkan Kompas TV, Selasa (16/3/2021).

Rizieq Shihab tiba di Polda Metro Jaya pada Sabtu (12/12/2020). (Kompas.com/Sonya Teresa)

Baca juga: Munarman Protes sampai Beranjak dari Kursi, Rizieq Shihab Desak Minta Datang ke Sidang: Saya Sehat

Diketahui sebelumnya kuasa hukum Rizieq Shihab lainnya, Alamsyah Hanafiah, meminta pihak majelis hakim agar memberi izin terdakwa datang langsung ke ruang sidang, tidak melalui virtual.

Rizieq lalu menjalani sidang melalui sambungan Zoom dari Dittipidum Bareskrim.

Ia memprotes jaringan tidak bagus sehingga suara dan gambar yang diterianya putus-putus.

"Sekarang kami coba benahi audionya biar bisa terang di sana. Kalau suara saya terang di sini. Cuma suara Habib yang tidak terang di sini," kata Hakim Suparman.

"Petugas teknisi IT akan memperbaiki perangkatnya dulu biar suaranya terang dan jelas di sini. Kita skors sidangnya," ucap hakim sambil mengetok palu.

Sidang kemudian diskors sementara tim teknisi membantu membenahi audio.

"Sebaiknya dihadirkan saja saya di persidangan. Faktanya ada beberapa persidangan yang menghadirkan terdakwa. Tidak perlu ada diskriminasi semacam ini," Rizieq memprotes di tengah-tengah skors sidang.

"Kalau di gedung pengadilan berdebatnya enak," tambahnya.

Baca juga: Fakta-fakta Sidang Rizieq Shihab Digelar Hari Ini, Profil Hakim Suparman hingga Tuntutan Pengacara

Kuasa hukum Rizieq Shihab, Munarman, menilai sidang secara virtual kemungkinan dapat direkayasa.

Sementara audio masih dibenahi, tiba-tiba seorang anggota penasihat hukum yang duduk di bagian belakang berdiri dan menyerukan takbir.

"Takbir! Takbir! Takbir!" ucapnya.

Pria tersebut memprotes kendala sidang, tetapi suaranya tidak terdengar jelas.

Halaman
123