TRIBUNWOW.COM - Pengamat Komunikasi Politik Hendri Satrio menilai bursa calon presiden pada pemilihan 2024 akan semakin menarik.
Dilansir TribunWow.com, diketahui DPR RI dan Kementeriam Hukum dan HAM (Kemenkumham) menarik Revisi Undang Undang (RUU) Pemilu dari daftar Prolegnas 2021, lalu digantikan RUU KUP.
Pemilu serentak tetap dilakukan pada 2024.
Baca juga: Bongkar Bocoran dari KSP, Pengamat Prediksi Kudeta Demokrat Sejak 2019: Ingin Maju Pilpres 2024
Dengan demikian para kepala daerah yang dijagokan menjadi calon presiden, tetapi masa jabatannya berakhir sebelum 2024, tidak akan memiliki panggung politik.
"Kalau menurut saya akan seru nanti 2024, karena benar-benar ada di garis start semua. Pertarungannya akan sama," kata Hendri Satrio, dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (12/3/2021).
Sebagai contoh, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan menyelesaikan masa jabatannya pada 2022.
Menurut Hendri, panggung politik menjadi modal besar bagi elektabilitas calon presiden.
Umumnya kelompok yang tidak memiliki panggung politik akan kurang popularitasnya.
"Seru karena memang hanya beberapa kelompok saja akhirnya yang punya panggung politik," kata Hendri.
"Tapi kelompok yang punya panggung politik selama ini enggak populer sebagai calon presiden," singgungnya.
Baca juga: Gerindra Tak Menampik Kemungkinan Prabowo dan Puan Bergabung di Pilpres 2024: Bisa Terjadi
Ia kemudian memprediksi sejumlah nama yang diperkirakan bisa maju dalam pilpres tiga tahun mendatang, termasuk wakil presiden saat ini dan beberapa kepala daerah.
"Yang akan punya panggung politik sampai 2024 itu kan Wapres Ma'ruf Amin kalau dia mau (maju) lagi ya, tokoh-tokoh politik, ketua parpol, anggota DPR, para menteri, selebriti, pengusaha kaya, itu akan punya peluang juga tuh maju di pemilihan presiden," papar pengajar Universitas Paramadina ini.
"Tapi kalau Ridwan Kamil, Khofifah Indar Parawangsa, Anies Baswedan, walaupun panggungnya sudah hilang dari setahun atau dua tahun sebelumnya, saya kira tetap punya peluang tinggi dibandingkan yang lain," tambah Hendri.
Dikutip dari Serambinews.com, nama lain yang cukup populer adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang berasal dari Partai Golkar.
Politikus PDIP Hendrawan Supratikno menilai Partai Golkar telah menghitung matang-matang sebelum mengajukan Airlangga.