Terkini Daerah

Sosok Mantan Atlet Dayung Leni Haini, Sempat Jadi Buruh Cuci, Kini Mau Jual Medali karena Anak Sakit

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Leni Haini (44) selaku salah seorang atlet dayung Provinsi Jambi yang sudah menorehkan banyak prestasi internasional kembali viral di sosial media beberapa waktu lalu. Dia hampir menjual semua medalinya karena kondisi ekonomi keluarga dan anaknya yang sakit. Namun, manusia dapat mengubah arah hidupnya dalam kondisi tertentu.

Leni bercerita, komputer lama mereka telah rusak dan uang yang dimiliki diprioritaskan untuk membayar guru yang mau mengajar di sekolahya.

“Kami belum bisa memasukkan data anak ke dapodik (data pokok pendidikan) karena kami tidak punya komputer untuk memasukkan data tersebut,” kata Leni.

Baca juga: Siapa Sosok Kekasih Shyalimar Malik yang Berikan Kado Valentine Rp2,5 M padahal Baru Seminggu Kenal?

Membina 20 UMKM

Selain mewadahi anak-anak sekitar yang butuh pendidikan formal, Leni juga mengajak para ibu sekitar untuk membuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Ada 20 UMKM binaan kami,” kata dia. Para pelaku UMKM ini juga berasal dari keluarga menengah ke bawah.

Namun, dari 20 UMKM yang ia bina, hanya satu dua yang mendapatkan bantuan pemerintah.

Dia sendiri tidak tahu penyebabnya. Namun, baginya, yang terpenting adalah anak dan beberapa keluarga di Kampung Legok tempat dia tinggal punya kegiatan positif.

Menurut Leni, gerakan pendidikan harus disertai gerakan ekonomi. Selain itu, dia juga mengadakan pengajian-pengajian.

“Kita juga ada rumah tahfiz, tempatnya di sinilah, di rumah ni,” kata dia.

Kenangan di Australia

Leni bercerita ia memiliki 10 saudara dan sejak kecil sering ikut ibunya ke kebun.

Karena kondisi keluarganya yang pas-pasan, Leni berinisiatif mendaftar sebagai atlet dayung. Walaupun sempat dilarang oleh orangtuanya, Leni memulai kegiatannya sebagai atlet dayung.

Pada 1997, Leni bersama timnya meraih 3 emas di The World Dragon Boat Racing Championship di Taipei.

Kemudian mendapat 2 emas pada kejuaraan dunia di Hong Kong, lalu kejuaraan Asia di Singapura.

Selain itu, dia juga meraih 2 emas dan 1 perak pada Sea Games Indonesia pada 1997.

Halaman
1234