Cerita Selebriti

Sayangkan Sikap Ashanty soal Pendidikan Putra, LBH Keadilan: Ini Kan Anak-anak, Harusnya Ada Upaya

Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ashanty dan Putra Si Bocah Penjual Cilok. Terbaru, Ashanty disebut-sebut telah menghentikan biaya sekolah anak angkatnya, Muhammad Putra. Ini kata kuasa hukum LBH Keadilan.

TRIBUNWOW.COM - Penyanyi Ashanty mendadak jadi pembicaraan publik lantaran keluarga Hermansyah disebut-sebut telah menghentikan biaya sekolah Muhammad Putra, penjual cilok viral yang kemudian dijadikan anak angkat Anang dan Ashanty.

Dikutip dari Kompas.com, Putra awalnya bersekolah di SD Jurangmangu, Tangerang Selatan.

Lalu oleh keluarga Hermansyah, Putra dipindah ke Pesantren Al Basyir.

Anang Hermansyah dan Ashanty bersama dua anak angkat mereka, Putra dan Aulia. (Instagram Ashanty)

Baca juga: Ashanty Sakit Hati Dituduh Manfaatkan Anak Angkat untuk Konten, Istri Anang: Kok Balasannya Begini

Bahkan, Ashanty dianggap menelantarkan pendidikan Putra dan dicurigai hanya menggunakan Putra sebagai daya tarik konten YouTube.

Hal ini diungkapkan lewat pengacara dari LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie.

Hamim Jauzie membenarkan bahwa memang Ashanty yang mengusahakan Putra untuk disekolahkan di Pesantren Al Basyir.

Hamim mengatakan, memang awalnya Putra lah yang tidak mau disekolahkan di pesantren tersebut.

“Mulanya tidak mau (masuk pesantren). Kami dorong (untuk mau pesantren). Kami bertanya soal alasan (enggak mau) dan cari alternatif lagi,” ujar Abdul saat dihubungi, Senin (8/2/2021).

Abdul dan teman-teman LBH Keadilan pun kemudian membujuk Putra untuk bersedia menimba ilmu di pesantren.

Karena melakukan berbagai upaya pembujukan, akhirnya Putra mau untuk ke pesantren.

“Kami dorong dari berbagai cara. Pas pada saat hari masuk sekolah, dia tidak ada di rumah. Kami cari. Padahal Jumat, komunikasi ‘iya ok berangkat’. Udah berbelanja kebutuhan tas, baju. Itu tidak ada Putra (di rumah),” ucap Abdul

“Saya suruh teman-teman untuk cari Putra. Sempat tidak mau juga, kakaknya akhirnya mendukung dan (Putra) mau berangkat (ke pesantren),” lanjut Abdul.

Baca juga: Disebut Manfaatkan Anak Angkat Demi Konten YouTube, Ashanty: Saya Bayar Mahal, Apa yang Kurang?

Abdul menyayangkan sikap Ashanty yang begitu saja membiarkan Putra tidak masuk pesantren.

Seharusnya kata Abdul, sebagai orang dewasa, Ashanty membujuk Putra untuk bersekolah.

“Ini kan anak-anak, dia (Putra) tidak bisa diatur, dia kemudian enggak mau pesantren. Seharusnya ada upaya begitu (membujuk), jangan kemudian iya begitu aja,” kata Abdul.

Halaman
123