Isu Kudeta Partai Demokrat

Disebut Masalah Internal, Sekjen Demokrat Tegaskan Fakta Keterlibatan Moeldoko: Nyata dan Serius

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya dalam video keterangan pers, Jumat (5/2/2021).

TRIBUNWOW.COM - Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya merasa tidak terima dengan respons dari pemerintah soal kudeta Partai Demokrat yang disebut sebagai masalah internal.

Dilansir TribunWow.com, Teuku Riefky menyebut bahwa gerakan kudeta partai Demokrat bukan lagi hanya merupakan persoalan internal saja.

Pasalnya menurutnya sudah melibatkan pihak eksternal, dalam ini adalah Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Kepala KSP Moeldoko (kiri) dituding ingin mengambil alih kekuasaan Partai Demokrat dari Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (kanan). (YouTube Kompastv)

Baca juga: Sebut Ada Oknum yang Ingin Jual Partai Demokrat, Andi Mallarangeng: Kebetulan Ada yang Mau Beli

Baca juga: Soal Isu Moeldoko Dalangi Kudeta Demokrat, Pengamat: Kalau AHY Tak Teriak, Bulan Ini Diambilalih

Ia menegaskan bahwa nyata adanya keterlibatan Moeldoko dalam gerakan untuk merebut posisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pimpinan partai.

"Menyangkut alasan pemerintah bahwa GPKPD (Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat) tersebut adalah hanya permasalahan internal Partai Demokrat semata, kami memiliki pandangan yang berbeda," ujar Teuku Riefky, Sabtu (6/2/2021), dikutip dari KompasTV.

"Fakta menunjukkan bahwa yang melakukan gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat bukan hanya segelintir kader dan eks kader Partai Demokrat, tetapi benar-benar melibatkan pihak eksternal, dalam hal ini paling tidak KSP Moeldoko."

Teuku Riefky bahkan menyebut Moeldoko bukan hanya sekadar mendukung GPKPD tetapi juga secara aktif dan akan mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat yang sah itu.

"Jadi sangat jelas bahwa GPKPD bukan gerakan internal partai atau hanya permasalahan partai semata," tegasnya.

Dirinya lalu mengungkap langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Moeldoko dalam gerakan tersebut.

Menurutnya, andai gerakan tersebut tidak melibatkan kekuasaan dan tidak menyertakan uang, maka tidak akan menjadi masalah besar dan hanya menjadi masalah internal.

Baca juga: Sebut Demokrat Tak Perlu Kirim Surat ke Presiden, M Qodari: Menimbulkan Kesan Dalangnya Pak Jokowi

"Di samping mendengar langsung apa yang dijanjikan dan akan dilakukan oleh saudara Moeldoko jika kelak menjadi ketua umum Partai Demokrat."

"Menurut kesaksian sejumlah kader yang merasa dijebak, juga telah dibagikan dana awal sekitar 25 persen, sedangkan sisanya akan diberikan dan saudara Moeldoko telah menjadi pemimpin baru," ungkapnya.

"Semua ini membuktikan bahwa upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat oleh pihak luar itu nyata dan serius."

"Karena uang telah digelontorkan dan saudara Moeldoko sudah aktif melakukan pertemuan-pertemuan serta telah berbicara langsung dengan sejumlah kader Demokrat, baik pusat maupun daerah," jelasnya menutup.

Simak videonya mulai menit awal:

Halaman
123