TRIBUNWOW.COM - Politikus Partai Demokrat Andi Mallarangeng menyoroti pernyataan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang mengklarifikasi dirinya tidak mendalangi isu kudeta Partai Demokrat.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam Apa Kabar Indonesia di TvOne, Selasa (2/2/2021).
Diketahui sebelumnya beredar isu Partai Demokrat mengklaim ada 5 tokoh yang berencana menggulingkan partainya.
Baca juga: Tanggapi Tudingan Ingin Kudeta Partai Demokrat, Moeldoko: Ada yang Grogi
Baca juga: Demokrat Ungkap Bukti Pengakuan Moeldoko soal Kudeta, Terlihat saat Pasang Badan Lindungi Jokowi
Di antara 5 orang itu termasuk pejabat tinggi yang kini berada di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.
Moeldoko kemudian membuat pernyataan klarifikasi bahwa isu itu tidak benar dan telah mencatut namanya.
Andi Mallarangeng justru menyoroti ekspresi Moeldoko dalam klarifikasi tersebut.
"Kalau kita lihat, keterangan dari Pak Moeldoko agak gelagapan menjawabnya," singgung Andi Mallarangeng.
"Karena jelas ketemu," tambah dia.
Diketahui sebelumnya Andi Mallarangeng mengungkap Moeldoko pernah menemui sejumlah tokoh di Hotel Aston Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan pada 27 Januari 2021 lalu.
Pertemuan itu dihadiri kader aktif Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun, Moeldoko, para Ketua DPC Partai Demokrat Kalimantan Selatan, dan eks kader Muhammad Nazaruddin.
Moeldoko membantah pertemuan tersebut membahas upaya penggulingan petinggi Partai Demokrat.
Baca juga: Seret Nama Jokowi, Eks Waketum Partai Demokrat Sentil AHY dan Para Kader: Selesaikan secara Elegan
Namun Andi Mallarangeng tidak yakin akan pengakuan Moeldoko.
"Bagaimana membedakannya? Tadi saja waktu menjawab konferensi pers masih pakai lencana kok dia, lencana pejabat tinggi," ungkitnya.
Lebih lanjut, Andi Mallarangeng menilai tindakan makar semacam ini layaknya manuver politik yang umum terjadi di Orde Baru.
"Anggaplah ini perilaku pribadi Pak Moeldoko. Posisinya sebagai KSP. Karena itu, saya katakan ini perilaku kekuasaan lama, model Orde Baru yang mau dihidupkan sekarang," komentar mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga ini.