TRIBUNWOW.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali mengungkit momen awal Covid-19 masuk di Indonesia.
Ia mengklaim sebagai orang pertama yang mewanti-wanti soal bahaya virus asal China tersebut.
Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube metrotvnews, Rabu (27/1/2021).
Baca juga: Tampik Isu Tak Mampu Urusi Covid-19 di DKI, Anies Baswedan: Tantangannya Besar, tapi Kami Bersiap
Baca juga: Sebut 24 Persen Pasien Luar Daerah Isi RS di Jakarta, Anies Baswedan: Bukan Bagian Persiapan Kita
Mulanya, Anies membantah sudah kewalahan menangani Covid-19 di DKI.
"Jadi kalau disebutkan angka keterisian rumah sakit 86 persen, 84 persen," ujar Anies.
"Kalau itu hanya warga DKI maka itu 60 persen, karena 24 persen itu di luar Jakarta."
"Mengapa terjadi? Karena ada masalah kapasitas," tambahnya.
Anies menyebut kini DKI tengah kekurangan tenaga kesehatan untuk menangani Covid-19.
Menurut dia, Pemprov DKI sudah memersiapkan diri menangani lonjakan kasus ini.
Baca juga: Penjelasan Anies Baswedan soal Isu Serahkan Penanganan Covid-19 ke Pusat: Tidak Sedikitpun Bergeming
Baca juga: Desakan Mundur Ali Lubis ke Anies, Gembong Warsono: Mungkin Dianggap Pak Anies Lahir dari Rahim PKS
"Bukan jumlah tempat tidur saja, tapi juga tenaganya," kata Anies.
"Itulah yang perlu didukung, ini di luar wilayah DKI."
"Kalau itu adalah wilayah DKI pasti bagian persiapan kita," lanjutnya.
Persiapan itu, disebut Anies, sudah dilakukan sejak 2019 lalu.
Ia lantas membeberkan peningkatan fasilitas kesehatan di Ibu Kota.
"Karena dari tahun lalu kita melakukan konversi," ucapnya.