Ia menyebut sejauh ini baru satu korban prostitusi yang diketahui.
Meskipun begitu, ia tidak menutup kemungkinan adanya korban lain.
"Sementara ini baru satu, tapi kita masih mendalami," terang Zulham.
Zulham menjelaskan belum dapat diketahui sejak kapan AP menjalankan bisnis prostitusi online tersebut.
Ia mengungkap hal yang baru dapat diketahui adalah AP sudah 7 kali mendapat pelanggan dari gadis di bawah umur yang dieksploitasinya.
Zulham mengungkap harapan korban lainnya dapat segera ditemukan.
"Mudah-mudahan masih ada korban yang lain, karena pelaku sudah (mendapatkan pelanggan) tujuh kali untuk hal yang sama," terangnya.
Lihat videonya mulai menit 2.00:
Penangkapan AP
Dikutip dari Surya.co.id, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengungkap keberadaan tersangka berhasil terendus patroli tim cyber krimsus.
AP kemudian ditangkap di sebuah hotel di perbatasan Surabaya dengan Sidoarjo.
Barang bukti yang diamankan adalah ponsel milik tersangka dan percakapan dengan para pelanggan.
Awalnya konsumen tertarik melalui grup Facebook, kemudian menghubungi AP.
Baca juga: Pengakuan Pelanggan Prostitusi Anak di Ketapang: Satu Kali Kencan Rp 4 Juta Saya Kasih ke Korban
Percakapan itu membahas tarif yang disepakati dan tempat pertemuan antara pelaku prostitusi dengan konsumennya.