Namun ketika ditanya tentang hal itu, MA kembali tidak memberikan jawaban jelas.
"Emang kenapa? Enggak ada, dikasih rokok doang,"jawab dia dengan suara pelan.
Terdengar seseorang menanyakan apakah MA kerap bertindak mesum di halte bus tersebut.
"Enggak, ngapain tiap hari di situ?" jawab wanita ini.
MA selanjutnya dicecar tentang apakah ia pernah melakukan perbuatan serupa di tempat lain.
MA membenarkan.
"Iya," jawabnya singkat sembari menyisir rambutnya dengan jari.
Ketika ditanya tentang upah Rp22 ribu yang ia terima setelah berbuat mesum, MA kembali mengelak.
"Enggak ada," bantah dia. (TribunWow.com/Anung/Brigitta)
Sebagian artikel ini diolah dari Tribunjakarta.com dengan judul Kasus Mesum di Halte Bus, Polisi Akan Tes Kejiwaan Pelaku Perempuan