"Karena banyak filsafat yang terkandung di dalamnya, kajian ilmu ontologinya ada, epistimologi dan aksiologinya dengan tagline polisi yang presisi," jelasnya.
Baca juga: Penjelasan Komjen Listyo Sigit soal Polantas Tak Perlu Menilang: Potensi Penyalahgunaan Kewenangan
Senada dengan Sarifuddin, Anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra, Supriansa juga memberikan pujian untuk makalah.
"Makalah yang dibuat kawan-kawan, yang diprakarsai Bapak Sigit, ini makalah terbaik sepanjang zaman ini," kata Supriansa.
"Sempurna. Menurut kajian kami, tidak bisa kita mungkiri, hasil-hasilnya sangat sistematis dan membawa kita untuk berpikir bagaimana polisi ke depan untuk memperbaiki kepentingan yang ada di tengah masyarakat," sambungnya.
Dilanjutkan oleh Anggota Komisi III dari Fraksi PKS, Achmad Dimyati.
Selain menyebut Listyo Sigit sebagai calon Kapolri termuda, Achmad Dimyati menilai yang bersangkutan orang yang cerdas dan bijak dalam mengambil keputusan.
Dirinya bahkan mencontohkan track record dari Listyo Sigit, termasuk saat menjadi Kapolda Banten.
"Mengapresiasi Bapak Presiden yang menunjuk Komjen Sigit sebagai Calon Tunggal Kapolri, ini Komjen termuda yang dipilih dan Polri solid," kata Achmad Dimyati.
"Pak Sigit polisi yang cerdas dan bertangan dingin, di tangan beliau ini semua beres. Track record beliau pernah menjadi pimpinan polsek tingkat kecamatan, pimpinan polres tingkat kabupaten/kota dan pernah menjadi Kapolda Banten," lanjutnya.
"Saya warganya bapak, jadi saya tahu sepak terjang bapak, Banten kondusif luar biasa," ujar Dimyati.
"Beliau juga pernah jadi Kadiv Propram, tahu polisi yang buruk polisi yang nakal polisi yang jelek. Dan juga pernah jadi Kabareskrim, jadi tahu siapa-siapa penjahat pelaku cybercrime dan kriminal justice," imbuhnya. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)