TRIBUNWOW.COM - Direktur EKsekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar mengaku mempunyai ketakutan tersendiri terhadap calon Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo.
Menurut Haris Azhar ketakutannya tersebut muncul lantaran Listyo Sigit yang direkomendasikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu meloncati para seniornya di institusi kepolisian.
Hal itu diungkapkannya dalam acara Sapa Indonesia Malam, Rabu (20/1/2021).
Baca juga: Komentar Arteria Dahlan soal Calon Kapolri Listyo Sigit: Pak Jokowi Sangat Nyaman, Sangat Aman
Baca juga: Puji Listyo Sigit, Arteria Dahlan Singgung Pemberantasan Korupsi: Gak Bisa Jadi Tukang Sapu Terus
Haris Azhar lantas menyinggung kedekatan antara Listyo Sigit degan Jokowi.
Menurutnya, sorotan negatif yang muncul terhadap Listyo Sigit tentunya adalah karena yang bersangkutan memiliki kedekatan dengan orang penting nomor satu di Indonesia.
Sehingga bisa mengalahkan para seniornya yang lebih matang.
Haris Azhar mengakui bahwa kondisi tersebut tidak hanya terjadi kali ini.
Dirinya mencontohkan saat Jokowi merekomendasikan Tito Karnavian sebagai calon tunggal kapolri.
"Dari sisi loncatan angkatan memang gayanya Pak Presiden Jokowi, dulu pas memilih Tito juga seperti itu," ujar Haris Azhar.
"Dan itu dijadikan kayak semacam preseden tak tertulis."
Meski begitu, Haris Azhar mengatakan ketakutaannya dan juga berbagai sorotan negatif terhadap Listyo Sigit tersebut bisa terbantahkan.
Dengan syarat Listyo Sigit mampu membuktikan komitmen yang disampaikan pada saat uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI.
Baca juga: Sosok di Balik Tim Ahli Perumus Naskah Visi Misi Listyo Sigit Prabowo, Berhasil Antar Jadi Kapolri
"Kedua saya mau katakan bahwa yang ditakuti dari Listyo Sigit adalah aksesnya yang cukup dekat dengan Presiden. Itu dari sisi kritisnya," kata Haris Azhar.
"Cara menjawabnya bahwa itu akan tetap menjadi negatif kalau memang tidak ada produk pasca dia terpilih, apa yang dia sampaikan di Komisi III tidak terbukti."
"Tapi dengan mudah-mudahan itu akan terbukti, bisa mengurangi kekerasan, bisa menjaga akuntabilitas polisi, mengurangi penyalahgunaan kekuasaan, itu kalau nanti bisa dibenahi sebagaimana janjinya dia dalam pidatonya, maka kedekatan dengan Presiden meloncati beberapa angkatan itu bisa dipinggirkan," jelasnya.