Vaksin Covid

Ribka Tjiptaning Dirotasi, Refly Harun Sebut Masih Untung, Ungkit Kasus Lily Wahid dari Fraksi PKB

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pakar hukum tata negara Refly Harun mengomentari soal digesernya Ribka Tjiptaning seusai penolakan vaksin, ditayangkan di YouTube Refly Harun, Senin (18/1/2021).

TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menanggapi ramainya pembicaraan terkait anggota DPR Fraksi PDIP, Ribka Tjiptaning.

Karena sikapnya yang menolak vaksin Covid-19, Ribka kini dipindah dari komisi IX menjadi komisi VII DPR RI.

Dilansir TribunWow.com, Refly Harun menilai Ribka masih beruntung karena hanya dirotasi.

Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube pribadinya, Refly Harun, Selasa (19/1/2021).

Ribka Tjiptaning telah digeser dari posisinya di Komisi IX ke Komisi VII seusai menyatakan penolakan disuntik vaksin Sinovac. (YouTube DPR RI)

Baca juga: Ribka Tjiptaning Tertawa karena Digeser ke Komisi VII: Lucu Saja Dokter Bergaul sama Minyak

Baca juga: Dosen Ini Tantang Ribka Tjiptaning Buktikan Pernyataan soal Vaksin Rongsokan: Kita Tunggu 2 Minggu

Dalam kesempatan itu, Refly Harun mulanya memberikan kritik kepada seluruh partai politik, tidak hanya PDIP.

Dirinya menyebut partai politik kurang bisa menghargai dan memanfaatkan potensi yang dimiliki setiap kadernya.

Hal itu dibuktikan dengan penempatan kader di parlemen yang tidak sesuai dengan performa yang bersangkutan.

Sehingga terkesan para anggota DPR bekerja bukan untuk rakyat melainkan atas kemauan dan arahan partai politiknya.

"Jadi anggota DPR itu bukan belong the people tapi belong to fraksi atau partai politik," kata Refly Harun.

"Harusnya mereka lebih dimiliki oleh rakyat karena mereka maju sebagai wakil rakyat bukan wakil dari partai politik maupun fraksi," jelasnya.

Meski begitu, ia menyebut yang dialami Ribka saat ini masih beruntung karena hanya dipindah tugaskan ke komisi lain.

Refly Harun lantas membandingkan dengan yang dialami oleh anggota DPR Fraksi PKB, Lily Wahid.

Baca juga: Sambutan Komisi VII untuk Ribka Tjiptaning, Sebut juga akan Bahas Vaksin: Tapi dengan Menristek

Dikatakannya bahwa adik dari Presiden ke-4 RI Gusdur itu harus diberhentikan setelah berbeda pendapat atau menentang kebijakan partai.

Menurutnya, Lily Wahid menentang soal kebijakan kenaikan BBM di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Tapi ya Ribka lebih untung tidak di-recoil karena sebelumnya beberapa anggota yang balelo dari fraksi partai politik itu sampai di-recoil," ungkapnya.

Halaman
123