Terkini Daerah

Kronologi Bapak Anak Aniaya Saudara Kandung, Emosi Pohonnya Ditebang, Diduga Buntut Masalah Warisan

Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana rumah duka di Dusun II Desa Karang Dapo I, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Saat hendak pulang ke rumah, Harun dan Alek melihat korban berada di pondok yang ditempati korban. 

Harun memanggil korban agar keluar dari dalam pondok hingga terjadilah cekcok mulut antara keduanya. 

Baca juga: Anak Kifni Kawulur Tersedu Ceritakan Sosok sang Ayah yang Jadi Korban Longsor di Manado: Aduh Papa

Harun kesal dan emosi, sehingga parang yang dibawanya ke kebun tadi diayunkannya ke arah korban. 

Bacokan Harun sebanyak dua kali mengenai leher bagian kiri dan betis kiri korban. 

Kemudian anak Harun yakni Alek ikut-ikutan membacok korban Ardeni sebanyak satu kali mengenai leher.

Setelah menghabisi nyawa korban, tersangka Harun dan Alek langsung melarikan diri.

Korban Ardeni tewas mengenaskan dengan luka bacok di lehernya dan kepalanya nyaris putus.

Mayat korban tergeletak bersimbah darah tepat di muara pintu masuk pondok yang ditempatinya.

Polisi Buru Pelaku Pembunuhan

Warga melihat korban Ardeni tewas bersimbah darah pada Kamis (14/1/2021), sekitar pukul 15.00 WIB. 

Warga kemudian memberitahukan itu kepada keluarga korban, pemerintah desa, dan aparat kepolisian. 

Mendapat laporan tersebut, polisi langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan.

Polisi mendapat informasi awalnya korban diduga dibunuh oleh Alek Sander yang tak lain keponakannya sendiri. 

Dugaan polisi menguat setelah mendapat keterangan dari saksi yang sempat melihat kejadian. 

Polisi juga memeriksa ayah Alek Sander yakni Harun Sohar yang sebelumnya berstatus sebagai saksi. 

Halaman
1234