Saat hendak pulang ke rumah, Harun dan Alek melihat korban berada di pondok yang ditempati korban.
Harun memanggil korban agar keluar dari dalam pondok hingga terjadilah cekcok mulut antara keduanya.
Harun kesal dan emosi, sehingga parang yang dibawanya ke kebun tadi diayunkannya ke arah korban.
Bacokan Harun sebanyak dua kali mengenai leher bagian kiri dan betis kiri korban.
Kemudian anak Harun yakni Alek ikut-ikutan membacok korban Ardeni sebanyak satu kali mengenai leher.
Setelah menghabisi nyawa korban, tersangka Harun dan Alek langsung melarikan diri.
Korban Ardeni tewas mengenaskan dengan luka bacok di lehernya dan kepalanya nyaris putus.
Mayat korban tergeletak bersimbah darah tepat di muara pintu masuk pondok yang ditempatinya.
Baca juga: Tangis Korban Gempa Sulbar saat Tenda Pengungsian Beterbangan karena Angin: Makanan Belum Habis
2. Polisi Buru Pelaku Pembunuhan
Warga melihat korban Ardeni tewas bersimbah darah pada Kamis (14/1/2021), sekitar pukul 15.00 WIB.
Warga kemudian memberitahukan itu kepada keluarga korban, pemerintah desa, dan aparat kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, polisi langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan.
Polisi mendapat informasi awalnya korban diduga dibunuh oleh Alek Sander yang tak lain keponakannya sendiri.
Dugaan polisi menguat setelah mendapat keterangan dari saksi yang sempat melihat kejadian.
Polisi juga memeriksa ayah Alek Sander yakni Harun Sohar yang sebelumnya berstatus sebagai saksi.