Terkini Daerah

5 Fakta Anak dan Bapak di Sumsel Aniaya Saudara Kandung hingga Tewas, Otak Pembunuhan Terungkap

Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bapak dan Anak yakni Harun Sohar bin M Awi (55) dibantu anaknya, Alek Sander bin Harun Sohar (26 ) membunuh saudara kandung Ardeni (50) di muratara secara sadis dengan menggunakan parang. Harun memang kerap terlibat cekcok soal warisan dengan adik kandungnya Ardeni alias Den bin M Awi.

TRIBUNWOW.COM - Sejumlah fakta mengenai kasus pembunuhan sadis di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan diungkap kepolisian pada Minggu (17/1/2021).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Muratara, AKP Dedi Rahmad dalam keterangan tertulis.

Dikatakan bahwa korban bernama Ardeni alias Den bin M Awi (50 tahun), warga Dusun II Desa Karang Dapo I, Kecamatan Karang Dapo.

Sementara pelaku pembunuhan yaitu Harun Sohar bin M Awi (55 tahun) dibantu anaknya, Alek Sander bin Harun Sohar (26 tahun). 

Suasana rumah duka di Dusun II Desa Karang Dapo I, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). (Rahmat Aizullah /Tribun Sumsel)

Baca juga: Orangtua dan Adik Tiri Tewas saat Longsor di Manado, Maxi Selamat karena Beda Kamar: Seperti Guntur

Tersangka Harun Sohar merupakan kakak kandung korban dan tersangka Alek Sander adalah keponakan korban.

Mereka berasal dari Karang Dapo namun sudah lama menetap menjadi warga Desa Jadi Mulya, Kecamatan Nibung.

Korban dibunuh di pondok yang ditempati korban di KM 4 Desa Jadi Mulya I, Kecamatan Nibung, Kamis (14/1/2021) sekitar pukul 11.00 WIB.

Korban mengalami luka bacok di leher dan kepalanya nyaris putus, serta luka bacok di betis kiri hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

1. Detik-detik Pembunuhan

Awal mulanya tersangka Harun Sohar bersama anaknya Alek Sander dari rumah pergi ke kebun yang berisi pohon-pohon berbagai macam jenis. 

Tujuan mereka ingin menebang pohon yang berada di atas lahan miliknya itu dan diperkirakan untuk bahan bangunan. 

Saat sampai di kebun yang terletak di Desa Jadi Mulya itu, Harun melihat pohon-pohon di kebunnya sebagian sudah ditebang.

Harun yakin orang yang menebang pohon yang dirawatnya itu adalah korban Ardeni, adik kandungnya sendiri.

Harun meyakini itu karena sebelum-sebelumnya korban sering ketahuan menebang pohon di kebun milik Harun. 

Harun bersama anaknya tadi Alek berkeliling kebun mencari korban sambil menebas rerumputan, namun tak berhasil ditemui.

Halaman
1234