Gempa Bumi Guncang Sulawesi Barat

Hotel, RS, hingga Gedung Kementerian Keuangan Rusak saat Gempa Sulbar, Paling Parah Kantor Gubernur

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas Basarnas sedang mengevakuasi korban yang terjebak reruntuhan sebagai dampak gempa di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021).

TRIBUNWOW.COM - Sekretaris Daerah Sulawesi Barat Muhammad Idris mengungkapkan gempa yang terjadi di Majene dan Mamuju mengakibatkan kerusakan fisik pada sejumlah bangunan.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Breaking News di TvOne, Jumat (15/1/2021).

Diketahui gempa pertama terjadi di Majene pada Kamis (14/1/2021) pukul 14.30 WITA, disusul gempa kedua yang lebih kuat di Mamuju pada Jumat (15/1/2021) pukul 01.20 WITA.

Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) tampak rusak parah akibat gempa bumi dengan magnitudo 6,2 SR pada Jumat (15/1/2021) pukul 02.28 Wita. Ini merupakan gempa susulan, sebelumnya gempa terjadi pada Kamis. (HO/ Tribun Timur)

Baca juga: UPDATE Terbaru Gempa di Sulbar, 27 Orang Ditemukan Meninggal Dunia, 18 di Antaranya di Mamuju

Idris menyebutkan sementara ini beberapa gedung pemerintahan dan swasta sudah didata mengalami kerusakan akibat gempa.

"Sementara tim kami melakukan pendataan di lapangan," kata Muhammad Idris.

Sementara ini pemerintahan setempat baru bisa menyampaikan data awal tentang kerusakan yang terjadi.

Ia memberi contoh gempa kedua di Mamuju menimbulkan dampak yang cukup dahsyat.

Gempa tersebut mengakibatkan beberapa gedung besar rusak, termasuk gedung pemerintahan dan militer.

Namun kondisi paling parah menimpa Kantor Gubernur Sulawesi Barat di Mamuju.

Dalam sejumlah foto yang beredar, bagian depan gedung tersebut ambruk dan tiang-tiangnya terlepas.

"Kalau kita lihat yang terkena gempa di kota Mamuju saja sudah ada beberapa tempat yang (terdampak)," jelas Idris.

Baca juga: Kisah Penyelamatan 2 Orang Terjebak Gempa di Kantor Gubernur Sulbar, Ketuk-ketuk dari Bawah Puing

"Bangunannya cukup besar, kayak Hotel Maleo, kemudian Rumah Sakit Mitra Mamuju, kemudian Kantor Perbendaharaan Negara Gedung Kementerian Keuangan," katanya.

"Lalu rumah susun dari Koramil. Yang paling parah terutama Kantor Gubernur yang sudah rata dengan tanah," lanjut Idris.

Idris kemudian mengungkapkan kondisi jalan menuju kedua kabupaten tersebut.

Ia menjelaskan akses ke Majene dan Mamuju dari wilayah lain terisolasi dengan bencana longsor yang menyusul gempa.

Halaman
123