"Jadi saya kira Kapolri ke depan harus bisa mengambil momen-momen tersebut karena menyangkut persepsi publik," harapnya.
"Maksud saya dari nama yang beredar memang orang-orang yang biasa tampil di publik."
Baca juga: Soal Sosok Pengganti Kapolri Idham Azis, Mahfud MD Angkat Bicara: Belum Ada yang Final
Lebih lanjut, Muradi menjelaskan mekanisme dalam pemilihan Kapolri.
Dirinya menilai ada dua mekanisme dalam pemilihannya yakni berdasarkan politik dan profesional.
Ia berharap dua hal tersebut memiliki porsi yang seimbang dan sejalan, jangan hanya mengedepankan masalah politik ataupun sebaliknya.
"Dua ini harus iramanya sama, kalau enggak ini akan mempengaruhi persepsi publik terkait posisi Polri itu sendiri," jelasnya menutup. (TribunWow/Jayanti Tri Utami/Elfan Fajar Nugroho)