Mendapatkan laporan korban polisi bergerak dan akhirnya menangkap SCT di rumahnya keesokan harinya.
4. Pelaku Ngaku Emosi
Pengakuan pelaku SCT dirinya tersinggung dengan ucapan korban yang menyingungnya.
"Dia (korban) menjelek-jelekan saya dihadapan orang lain. Saya begitu saja emosi mendengarnya," kata pelaku SCT.
Kemudian SCT kembali ke rumahnya dan megambil sebilah golok panjang lalu mengejar korban di tempat hajatan dan memacoknya.
Setelah korban terkapar, pelaku SCT kemudian pulang ke rumahnya, dan menyembunyikan golok di belakang rumahnya.
Polisi berhasil mengamankan barang bukti golok di rumah pelaku.
Selain itu polisi juga amankan sebilah kaos yang berlumuran darah serta satu celana panjang yg berlumuran darah milik korban.
Baca juga: Vaksin Covid-19 Sudah Didistribusikan meski Izin BPOM Belum Keluar, Ini Penjelasan Jubir Vaksinasi
5. Pengakuan Korban
Korban Satria mengatakan, dirinya dan sejumlah warga lainnya saat itu sedang ngobrol biasa saja, dan tak merasa menyinggung pelaku SCT.
"Saya gak merasa menyinggung dia (pelaku), karena kami saat itu ramai, dan memang dalam posisi minum vigour," jelasnya.
Korban mengira saat terjadi cekcok mulut dengan pelaku di lokasi hajatan dan akhirnya dilerai warga, kejadian itu sudah selesai.
Namun akhirnya pelaku balik ke rumahnya dan mengambil sebilah golok untuk menyerangnya sehingga ia mengalami luka serius di badannya. (*)
Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Mabuk saat Hajatan, 2 Tetangga di Lampung Tengah Cekcok hingga Terjadi Pembacokan