Tips Kesehatan

14 Makanan Kaya Antioksidan yang Bagus untuk Wanita Hamil: Wortel, Apel, hingga Anggur

Penulis: Laila N
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggur. Selama kehamilan, antioksidan membantu mempertahankan kehamilan yang sukses dan mencegah keguguran dan bayi lahir prematur. Berikut sejumlah makanan kaya antioksidan yang baik dikonsumsi oleh ibu hamil.

TRIBUNWOW.COM - Kehamilan menuntut pemenuhan nutrisi yang tepat untuk bayi dan ibu yang sedang tumbuh.

Banyak mikronutrien seperti vitamin C, beta-karoten, antosianin, vitamin E, selenium, dan seng bertindak sebagai antioksidan dan mencegah tubuh dari stres oksidatif.

Istilah 'stres oksidatif' berarti ketidakseimbangan radikal bebas atau katakanlah, molekul yang mengandung oksigen dan antioksidan dalam tubuh.

Baca juga: 12 Makanan Kaya Kolin yang Baik untuk Wanita Hamil: Dada Ayam, Brokoli, hingga Kacang Merah

Radikal bebas mengandung elektron dalam jumlah ganjil yang membuatnya mudah bereaksi dengan molekul lain.

Ketika radikal bebas seimbang jumlahnya, mereka membantu melawan patogen dan melindungi tubuh dari invasi mikroba.

Ketika jumlah mereka menyebabkan ketidakseimbangan, mereka mulai merusak DNA dan protein sel dan menyebabkan penyakit seperti preeklamsia, kanker, penyakit inflamasi, kondisi jantung, dan banyak lagi.

Antioksidan mengandung molekul bebas ekstra dan menyumbangkannya ke radikal bebas sehingga bisa menjadi stabil dan kurang reaktif.

Inilah alasan mengapa antioksidan sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk mencegah berbagai macam penyakit.

Selama kehamilan, antioksidan membantu mempertahankan kehamilan yang sukses dan mencegah hasil kehamilan seperti preeklamsia, hambatan pertumbuhan janin, keguguran dan kelahiran prematur.

Dilansir TribunWow.com dari Boldsky, berikut beberapa makanan kaya antioksidan yang bagus untuk wanita hamil.

1. Blueberry

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa blueberry memiliki kapasitas antioksidan total terkuat karena adanya asam fenolik, flavonoid, tanin, vitamin C, vitamin K, dan mangan.

Mereka membantu mencegah komplikasi ibu dan janin selama kehamilan.

Baca juga: Sejumlah Manfaat dan Risiko Pijat Kehamilan, Simak Penjelasannya Berikut Ini

2. Bawang

Bawang Merah yang kaya akan manfaat untuk kesehatan tubuh (THE TRUTH ABOUT CANCER)

Bawang bombay mengandung banyak antioksidan primer seperti flavonoid, asam askorbat, fenol, dan antosianin.

Bawang merah memiliki aktivitas pembersihan radikal bebas paling tinggi dibandingkan bawang putih.

Setiap hari memasukkannya ke dalam makanan membantu dalam kehamilan dan menyusui.

3. Kacang Hitam

Kacang hitam mengandung polifenol tinggi yang bertanggung jawab atas efek antioksidannya.

Polifenol membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif, yang selanjutnya membantu perkembangan janin yang sehat.

4. Kenari

Menurut sebuah penelitian, kenari merupakan sumber antioksidan yang kaya seperti flavonoid, asam fenolat, vitamin E, melatonin dan selenium.

Konsumsi kenari selama kehamilan membantu meningkatkan pembelajaran dan memori bayi yang sedang tumbuh.

5. Apel

Ilustrasi buah apel (Boldsky)

Apel memiliki kapasitas antioksidan yang sangat kuat.

Kehadiran fitokimia dalam buah vital ini dikaitkan dengan penurunan risiko masalah perilaku pada bayi dan berat badan lahir rendah pada bayi baru lahir.

Apel adalah buah yang paling mudah didapat di pasaran.

6. Akar bit

Bit dikemas dengan senyawa antioksidan seperti vitamin C, betalains dan flavonoid yang mencegah tubuh dari efek berbahaya stres oksidatif.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa bit termasuk di antara sepuluh tanaman dengan sifat antioksidan tertinggi.

Baca juga: 8 Manfaat Minum Teh Hijau sebelum Tidur, Meningkatkan Metabolisme hingga Menghilangkan Racun

7. Daging Tanpa Lemak

Pada daging tanpa lemak, vitamin E dan selenium merupakan salah satu bentuk antioksidan yang memiliki konsentrasi tinggi.

Selain antioksidan, daging tanpa lemak juga kaya akan asam lemak omega-3 serta banyak vitamin dan mineral.

Bersama-sama, mereka membantu mencegah komplikasi kehamilan seperti berat badan lahir rendah.

8. Madu

Ilustrasi madu (Wittyfeed.com)

Madu memiliki aktivitas antioksidan yang kuat selain dari sifat antibakteri.

Total asam fenolat, vitamin C, flavonoid, katalase dan vitamin E dalam madu berperan sebagai antioksidan.

Menurut sebuah penelitian, madu mengandung lebih dari 150 senyawa fenolik.

9. Cokelat Hitam

Polifenol dan flavonoid adalah antioksidan utama dalam cokelat hitam.

Namun, flavonoid seperti katekin, epikatekin dan prosianidin mendominasi makanan ini yang bertanggung jawab atas aktivitas antioksidannya.

10. Anggur

Kulit dan biji anggur mengandung sebagian besar antioksidan.

Polifenol, resveratrol, antosianin, prosianidin, dan katekin dalam anggur bertanggung jawab atas aktivitas antioksidan buah ini.

Varietas anggur yang berbeda mengandung jumlah antioksidan yang berbeda.

11. Bayam

Bayam merupakan sumber antioksidan yang kaya seperti karoten dan asam askorbat.

Sayuran cruciferous ini juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang membantu kesehatan kehamilan dan menyusui.

12. Teh Hijau

Teh Hijau (wittyfeed.com)

Katekin, antioksidan alami dalam teh hijau sudah dikenal luas.

Selain itu, polifenol dalam teh membantu mencegah kerusakan akibat cedera oksidatif.

Teh hijau membantu mencegah penambahan berat badan selama kehamilan dan mendorong perkembangan embrio.

13. Paprika Merah

Paprika merah memiliki kandungan fenol total tertinggi dibandingkan dengan capsicum merah, kuning dan oranye.

Paprika merah mengandung antioksidan tingkat tinggi seperti beta-karoten, quercetin, luteolin dan capsanthin.

14. Wortel

Karotenoid dan antosianin dalam wortel tinggi yang membuat kapasitas antioksidan besar dari sayuran ini.

Wortel membantu perkembangan mata bayi, kulit dan organ vital lainnya serta mencegah banyak komplikasi kehamilan. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)