Dikutip dari Kompas.com, Indonesia berencana menggunakan enam jenis vaksin yang berbeda untuk program vaksinasi.
Keenamnya adalah Bio Farma (Persero), Astra Zeneca-Oxford, Sinopharm, Moderna, Pfizer-BioNTech, dan Sinovac.
Vaksin buatan Sinovac sendiri sudah didatangkan sebanyak 1,2 juta dosis dari Beijing, Tiongkok.
Rencananya pemerintah kembali memesan 1,8 juta dosis dan bahan baku curah pembuatan vaksin pada Januari 2021.
Lihat videonya mulai dari awal:
Kemenkes Larang Rumah Sakit Lakukan Pre-order Vaksin Covid-19
Ramai kabar bahwa beberapa rumah sakit sudah membuka pre-order atau pemesanan vaksin Covid-19.
Padahal di satu sisi belum ada kejelasan dari pemerintah terkait skema distribusi hingga harga dari vaksin Covid-19 tersebut.
Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Pencegahan Penyakit Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi buka suara.
Baca juga: Soal Vaksin Covid-19 Berbayar, Tenaga Ahli Utama KSP: Tidak Menyalahi Aturan
Baca juga: Pemerintah Berencana Subsidi Vaksin Covid-19 Setengah Penduduk Indonesia? Ini Penjelasan BUMN
Dilansir TribunWow.com dalam acara Kabar Petang 'tvOne', Selasa (15/12/2020), Siti Nadia mengatakan tidak membolehkan adanya kebijakan dari rumah sakit tersebut.
Tidak hanya bagi rumah sakit milik pemerintah, menurutnya larangan juga ditujukkan untuk rumah sakit swasta, maupun fasilitas kesehatan lainnya.
"Sebenarnya ini tidak boleh dilakukan oleh fasilitas pelayanan manapun, termasuk rumah sakit swasta," ujar Siti Nadia.
Alasannya jelas, selain karena vaksin tersebut masih dalam uji klinis tahap ketiga atau akhir, pemerintah juga belum mengambil tindakan apapun.
"Karena sampai sekarang pun jenis vaksin yang akan diberikan untuk vaksinasi mandiri yang akan dilakukan di rumah sakit swasta itu sendiri pun belum jelas," jelas Siti Nadia.