TRIBUNWOW.COM - Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menjelaskan rencana pemerintah menambah jumlah presentase vaksin Covid-19 yang ditanggung pemerintah.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Kompas Bisnis, Senin (14/12/2020).
Diketahui sebelumnya pemerintah berencana menambah kuota vaksin yang dijamin, dari 107 juta menjadi 182 juta orang, yakni naik sebanyak 20 persen.
Baca juga: Jawaban soal Pemerintah Didesak Gratiskan Vaksin ke Semua Orang: Penghasilan Negara Tidak Cukup
Dengan demikian total masyarakat yang dijamin menerima vaksin gratis sebanyak 50 persen.
Arya Sinulingga menjelaskan wacana itu dapat terbentuk melalui upaya bekerja sama dengan para pelaku usaha.
"Tanggapan mereka bagus," ungkap Arya Sinulingga.
"Ini 'kan lagi bencana pandemi, kita tahu bahwa situasi memang tidak hanya bencana nasional, seluruh dunia mengalami ini," ungkitnya.
Ia menjelaskan upaya kerja sama dan gotong royong lazim dilakukan di tengah masa sulit seperti saat ini.
Arya menjelaskan pihaknya telah mengajukan permintaan para pemangku kepentingan untuk mempertimbangkan wacana ini.
"Kita tahu juga bahwa kalau bencana muncul yang namanya gotong royong dari semua pihak, semua stakeholder ikut juga untuk memberikan dukungan dan bantuan," jelasnya.
Baca juga: Mama Rieta Amilia Terkena Covid-19, Ibunda Nagita Slavina Rasakan Pegal Malam Haari setelah Divaksin
Arya menjelaskan Kementerian BUMN bertanggung jawab terhadap pengadaan vaksin mandiri, sedangkan Kementerian Kesehatan bertanggung jawab untuk program vaksin gratis.
Diketahui vaksin gratis diprioritaskan untuk kelompok yang rentan terpapar Virus Corona.
"Ini 'kan untuk pengadaan vaksin. Kami 'kan dari BUMN ditugaskan untuk mengurus yang namanya (vaksin) mandiri," kata Arya.
Arya menjelaskan alasan pihak BUMN mengajak para pelaku usaha adalah demi pertumbuhan bisnis mereka sendiri.
Para pemilik bisnis ini akan diminta mengadakan program vaksinasi bagi para karyawannya.