"Dari yang pertama, independency itu menjadi poin penting untuk bisa bekerja dengan berintegritas, dengan profesional," terang Novel.
"Kalau independensinya lemah atau tidak independen lagi, baik lembaganya atau pegawainya, bagaimana kita bisa berharap bisa bekerja benar?" ungkit mantan anggota Polri ini.
Ia memberi contoh sering ada campur tangan pihak lain pada penyelidikan kasus-kasus besar.
Sebagai contoh, kasus yang tengah ditangani dialihkan ke lembaga lain sehingga tidak dapat dituntaskan KPK.
"Tentunya kita bisa lihat selama ini penegak hukum ketika melakukan penanganan perkara-perkara besar, problemnya adalah intervensi," kata Novel.
Lihat videonya mulai menit 17.00:
Pengamat Ungkap Pertaruhan KPK saat Tangkap Edhy Prabowo
Pakar hukum Asep Iwan Iriawan menanggapi ditangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Breaking News di Kompas TV, Rabu (25/11/2020).
Diketahui Edhy Prabowo dan sejumlah pejabat KKP ditangkap saat baru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu dini hari.
Baca juga: Edhy Prabowo Bukan Kasus Baru, Pakar Sebut Menteri KKP Sudah Bahan Gosip di KPK: Bahasanya Ke-gap
Ia ditangkap atas dugaan terkait kebijakan ekspor bibit lobster.
Menanggapi kasus tersebut, Asep mengapresiasi langkah KPK yang menangkap pejabat tinggi negara itu.
Asep juga yakin KPK akan mengusut kasus ini sampai tuntas, mengingat risiko menangkap pejabat sekelas menteri.
"Saya yakin, super yakin, kalau sampai KPK mengorbankan OTT (operasi tangkap tangan) ini lebih lanjut, itu risikonya besar," ungkap Asep Iwan Iriawan.