"Saya mengikuti polemik, ada yang pro dan kontra. Istilahnya di rekayasa di saya begini, saya begitu, ya itulah dinamika kehidupan."
"Ya ini kan orang yang gak paham ini terjadi seperti apa. Ya wajar lah. Saya biasa aja, banyak yang mendukung. Tapi kebanyakan yang mendukungnya," kata dia.
Meski mendapat banyak dukungan, Dudung merasa itu belum pantas baginya.
Pasalnya, tindakannya itu hanya sebagai tanggung jawab sebagai Pangdam Jaya.
"Kalau saya tidak layak menerima ucapan dan dukungan seperti itu. Yang jelas saya melaksanakan tugas sebagai Pangdam Jaya dan juga tidak mengharapkan seperti itu jadi biasa aja," lanjutnya.
Mayor 55 tahun ini mengatakan, perihal polemiknya dengan baliho-baliho juga tidak mempengaruhi kehidupannya.
Bahkan keluarga juga mendukung apa yang telah dilakukannya.
(TribunWow.com/Mariah Gipty)
Sebagian artikel ini diolah dari Tribun Jakarta dengan judul Ini Kata Pangdam Jaya Terkait Polemik HRS: Mulai Dari Perasaannya Hingga Kehidupan Pribadinya