Habib Rizieq Shihab

Jusuf Kalla Mengerti Aksi yang Dilakukan Massa Habib Rizieq: Karena Ada Kekosongan Kepemimpinan

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Dirinya menyebut aksi massa Habib Rizieq karena adanya kekosongan kepemimpinan.

TRIBUNWOW.COM - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla ikut buka suara menanggapi polemik kasus Imam Besar Front Besar Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

Seperti yang diketahui, kepulangan Habib Rizieq langsung mendapatkan atusiasme dari pengikutnya, termasuk acara-acara yang diikutinya.

Namun, kondisi tersebut menjadi polemik lantaran di satu sisi justru melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 lantaran terjadi kerumunan.

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat menyapa pendukung dan simpatisan saat tiba di sekitar markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat (10/11/2020) Saat tiba, Rizieq menyampaikan orasi di hadapan massa pendukungnya untuk melakukan revolusi akhlak. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Baca juga: Spanduk Habib Rizieq Dicopot Paksa, FPI Minta Keadilan: Baliho Revolusi Mental juga Diturunkan

Baca juga: Habib Rizieq Tolak Permintaan Lakukan Swab Test, FPI: Tidak Perlu Repot-repot Mengurusi FPI dan HRS

Dilansir TribunWow.com dalam acara Kompas Petang, Minggu (22/11/2020), Jusuf Kalla mengaku bisa memahami apa yang dilakukan oleh massa Habib Rizieq tersebut.

Menurutnya hal itu terjadi tidak terlepas karena kondisi pemerintahan itu sendiri, selain juga karena memang bentuk kerinduan terhadap pemimpinnya.

Jusuf Kalla menilai ada kekosongan dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sehingga masyarakat tidak lagi bisa menyampaikan keluhan atau aspirasinya.

"Ini menurut saya karena ada kekosongan kepemimpinan yang dapat menyerap aspirasi masyarakat secara luas," ujar Jusuf Kalla.

"Adanya kekosongan itu begitu ada pemimpin yang kharismatik katakanlah begitu atau ada yang berani memberikan alternatif maka orang mendukungnya," jelasnya.

Selain kekosongan di dalam pemerintahan, Jusuf Kalla juga menilai fenomena massa Habib Rizieq menandakan ada ketidakberesan dalam proses demokrasi.

Baca juga: Soal Habib Rizieq, Qodari Sebut Ada Upaya Pilpres 2024: Kalaupun Bukan Calon, Dia Pelaku Lapangan

Ia menyinggung sikap masyarakat yang seakan-akan sudah kehilangan rasa kepercayaan kepada pemerintah, bahkan termasuk wakilnya di Parlemen.

"Massa Habib Rizieq itu adalah sesuatu indikator bahwa ada yang perlu diperbaiki dalam visi demokrasi kita," kata Jusuf Kalla.

"Kenapa ratusan ribu orang itu, kenapa dia tidak percayai DPR untuk berbicara? Kenapa tidak dipercaya partai-partai khususnya partai Islam? Untuk mewakili masyarakat itu,"  tutup Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) itu.

Simak videonya mulai menit ke-0.47:

Qodari Sebut Ada Upaya Pilpres 2024

Halaman
12