Ia menyakini bisa saja pihak kepolisian bersikap tegas untuk mengahalangi atau membubarkan aksi massa tersebut.
Namun tidak menutup kemungkinan bahwa peluang terburuk bisa saja terjadi.
Sebagai akibat dari pelanggaran terhadap ketentuan protokol kesehatan di tiga tempat, ada empat putra terbaik bangsa yang menjadi korban
Dua perwira tinggi, dua perwira menengah Polri yang dicopot
"Jelas pencopotannya karena tidak dapat melaksanakan pengamanan atau tidak dapat menghalangi," kata Henry.
"Sementara yang mau dihalangi jumlahnya sedemikian banyak dan memikirkan dampak yang akan terjadi kalau melakukan penghalangan itu," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 2.25
dr Tirta Sebut Habib Rizieq Harusnya Bisa Jadi Agen Edukasi Prokes
Dokter sekaligus Relawan Covid-19, dr Tirta Mandira Hudhi buka suara terkait fenomena kerumunan yang terjadi belakangan ini.
Tidak terkecuali yang terbaru adalah kerumunan yang disebabkan oleh massa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq.
Mulai dari penyambutan di bandara, hingga acara-acara yang digelar oleh Habib Rizieq, termasuk menggelar pernikahan putrinya, Syarifah Najwa Shihab, Sabtu (14/11/2020).
Baca juga: Di ILC, Haikal Hassan Sebut Habib Rizieq Tak Disukai Negara: Toh Pak Jokowi Tidak Anti-anti Banget
Baca juga: Disodori 33 Pertanyaan soal Kerumunan Habib Rizieq, Ini Kata Anies Baswedan: Semua Sudah Dijawab
Dilansir TribunWow.com dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (17/11/2020), dr Tirta mengaku sangat menyayangkan terjadinya kondisi tersebut.
Ia mengatakan bahwa kerumunan-kerumunan tersebut seharusnya tidak terjadi dan bisa dikendalikan, termasuk oleh massa Habib Rizieq.
Menurutnya, kerumunan massa Habib Rizieq tidak akan terjadi andai yang bersangkutan atau pemimpinnya ikut berperan dalam menegakkan protokol kesehatan.
Karena tidak bisa dipungkiri bahwa pengikut dari Habib Rizieq yang cukup banyak itu akan mengikuti apa yang disampaikan atau dicontohkan oleh panutannya.