TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menanggapi dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan simpatisan pendukung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Aiman di Kompas TV, Selasa (17/11/2020).
Diketahui pada kepulangan Rizieq ke Tanah Air, kerumunan massa menyambut di bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/11/2020) lalu.
Baca juga: Bandingkan Sikap Beda ke Habib Rizieq dengan Liga 1, Dokter Tirta Minta Istana dan Pemprov DKI Jawab
Tidak hanya itu, Rizieq mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad dan pernikahan putrinya, Syarifah Najwa Shihab, di kediamannya yang berada di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat pada Sabtu (14/11/2020).
Fadli Zon menilai antusiasme simpatisan FPI dalam menyambut pemimpinnya menunjukkan dukungan terhadap Rizieq.
Meskipun begitu, dikhawatirkan kerumunan massa yang ditimbulkan Rizieq akan menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.
"Tentu itu yang harus diwaspadai," komentar Fadli Zon singkat, saat ditanya tentang hal itu.
Diketahui Fadli sendiri sempat menyambangi kediaman Rizieq di Petamburan untuk bersilaturahmi.
Ia mengaku justru Rizieq sendiri yang mengimbau dirinya dan orang lain agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker.
"Tentu waktu saya kemarin bertemu dengan Habib Rizieq, juga diimbau di situ, 'Tetap pakai masker'," ungkap Fadli.
"(Yang mengatakan) Habib Rizieq-nya," katanya.
Ia menilai Rizieq sendiri sudah memiliki kesadaran akan pentingnya protokol kesehatan tersebut, mengingat DKI Jakarta masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
"Artinya ada kesadaran itu, kok," kata Fadli.
Baca juga: Bela Rizieq Shihab sampai Cekcok dengan Nikita Mirzani, Ustaz Maaher: Cuma Imbau Minta Maaf
Diketahui imbas lain dari kerumunan yang ditimbulkan tersebut adalah pencopotan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi dari jabatan mereka karena dianggap lalai memastikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.
Selain itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil Polda Metro Jaya dipanggil untuk memberikan keterangan terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan.